Lapas Palopo Tegaskan Komitmen Bebas Narkoba Lewat Tes Urine Pegawai

Lapas Palopo Tegaskan Komitmen Bebas Narkoba Lewat Tes Urine Pegawai.

Menjelang peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh pada 26 Juni, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo menggelar tes urine bagi seluruh pegawai, Rabu (25/6/2025). Kegiatan di aula lapas ini dilakukan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo sebagai langkah preventif dan edukatif untuk memastikan aparat penegak hukum bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Kepala Lapas Palopo Erwan Prasetyo menegaskan tes urine rutin merupakan bagian dari deteksi dini serta perwujudan integritas petugas pemasyarakatan.

“Momentum HANI harus menjadi refleksi bersama bahwa perang melawan narkoba dimulai dari rumah sendiri. Kami ingin publik percaya bahwa lapas adalah zona bebas narkoba, dimulai dari petugasnya,” kata Erwan sesaat sebelum pengambilan sampel.

Sebanyak 112 petugas, terdiri dari jabatan fungsional umum dan tertentu, mengikuti pemeriksaan. Tim medis BNN Kota Palopo yang dipimpin AKBP Herman, S.Pd., M.H. menggunakan metode immunoassay enam parameter yang dapat mendeteksi zat amphetamine, methamphetamine, ganja, kokain, benzodiazepine, dan morfin. Seluruh sampel terverifikasi negatif.

“Hasil ini meneguhkan komitmen Lapas Palopo dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Sinergi semacam ini contoh konkret kolaborasi antarlembaga,” ujar Herman.

Berdasarkan data BNN pusat, prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia masih berada di kisaran 1,95 persen populasi dewasa. Meski terlihat kecil, angka ini setara lebih dari 3,6 juta jiwa yang berisiko terjerat ranah hukum sekaligus memerlukan rehabilitasi. Karena itu, Kementerian Hukum dan HAM menargetkan seluruh satuan kerja pemasyarakatan mengantongi status “Bersinar” (Bersih Narkoba) pada 2026.

Erwan memaparkan bahwa selain tes urine berkala, pihaknya menerapkan pengawasan berlapis di pintu utama, inspeksi mendadak pada kamar hunian warga binaan, serta pembinaan mental rohani.

“Upaya represif tanpa pencegahan tidak cukup. Edukasi menjadi garda terdepan agar pegawai memahami dampak hukum, kesehatan, dan sosial dari narkoba,” katanya.

Semangat HANI 2025, “Akselerasi Perang Melawan Narkoba Menuju Indonesia Bersinar,” menurut Herman, harus diwujudkan dalam aksi yang terukur. “Hasil negatif hari ini bukan akhir, tetapi fondasi. Tantangannya justru menjaga konsistensi agar bebas narkoba tidak hanya slogan,” ujarnya.

Dengan mengedepankan deteksi dini, transparansi, dan edukasi, Lapas Palopo berharap menjadi model lembaga pemasyarakatan yang aman dan berintegritas, sekaligus mengirim pesan kuat bahwa perang melawan narkoba tak berhenti pada penindakan, tetapi dimulai dari memastikan petugasnya sendiri bersih. (Eka)

Kreasi Tanpa Sekat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yang Mungkin Anda Sukai
Empat Petugas Rutan Pangkep Masuk Satops Patnal

Empat Petugas Rutan Pangkep Masuk Satops Patnal

Klinik Lapas Narkotika Sungguminasa Capai Standar Tertinggi Kemenkes

Klinik Lapas Narkotika Sungguminasa Capai Standar Tertinggi Kemenkes

Lapas Maros Beri Penghargaan Petugas Teladan

Lapas Maros Beri Penghargaan Petugas Teladan

error: Special Content !