Warga Binaan Lapas Parepare Intens Dibekali Pembinaan dan Bimbingan Keagamaan

Warga binaan Lapas Kelas IIA Parepare mendapatkan pembinaan rohani secara intens.

Pembinaan dan bimbingan keagamaan merupakan suatu usaha untuk membantu sesama manusia dalam hal meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa agar terbebas dari kesulitan rohaniyah dalam lingkungan hidupnya serta bisa menghadapi permasalahan yang dihadapi dengan menyerahkan semuanya hanya kepada Allah SWT.

Seperti yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIA Parepare. Di mana para warga binaannya dibekali pembinaan dan bimbingan keagamaan secara intens.

Kalapas IIA Parepare, Totok Budiyanto mengatakan, pembinaan dan bimbingan keagamaan di Lapas Kelas IIA Parepare diharapkan dapat mengubah dan membuat warga binaan dapat bertaubat dengan taubatan nasuha menyadari kesalahan dan tidak akan mengulangi kembali perbuatannya.

Pembinaan ini, kata dia, akan membuahkan manfaat bagi warga binaan baik itu manfaat teologis, psikologis, maupun sosial yang akan berguna untuk mereka dalam menghadapi berbagai problem, baik itu problem saat mereka berada di dalam lembaga pemasyarakatan maupun problem setelah mereka keluar dari lembaga pemasyarakatan nantinya.

“Jadi pembinaan dan bimbingan keagamaan ini bertujuan untuk membentuk kepribadian seseorang yang membuatnya menjadi insan kamil yang bertakwa kepada Allah SWT yang diharapkan menghasilkan manusia yang berguna bagi dirinya dan masyarakat sehingga dapat diterima dengan baik di lingkungannya setelah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan,” ungkap Totok, Rabu (1/11/2023).

Ia menyebutkan, ada beberapa metode yang digunakan dalam bimbingan dan penyuluhan agama di Lapas Kelas IIA Parepare, yakni ceramah (Tausiyah) yang mana pembinaan yang dilakukan dengan memberikan uraian secara lisan dengan bahasa sehari-hari sehingga mudah diterima oleh warga binaan, Metode pembelajaran Al-Quran yabg tujuan utamanya memberantas buta huruf Al-Quran serta metode muhasabah dan zikir sebagai introspeksi diri. Di mana narapidana hal itu bisa diperoleh melalui metode muhasabah.

“Aspek yang dituju dari metode muhasabah adalah hati,” ungkap Totok.

Ia mengatakan, kegiatan pembinaan dan bimbingan keagamaan di Lapas Kelas IIA Parepare merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama yang telah ditandatangani langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Parepare, Fitriadi dan Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Totok Budianto pada tanggal 29 Agustus 2023 lalu.

“Pelaksanaan kegiatan pembinaan dan bimbingan keagamaan bagi warga binaan yang beragama Islam setiap hari mulai pukul 08.00 Wita dilanjutkan kembali setelah salat Asar untuk sesi ceramah/ tausiyah,” kata Totok.

Bagi para santri setelah salat Magrib berjamaah, kata dia, juga wajib yasinan bersama, dilanjutkan dengan salat Isya berjamaah.

“Demikian bagi warga binaan yang Nasrani wajib mengikuti kegiatan ibadah gereja secara tatap muka setiap hari Senin, Rabu dan Minggu. Dan ibadah secara virtual setiap hari Selasa, Kamis dan Jumat. Selain dari penyuluh agama pada Kantor Kementerian Agama Parepare juga pelayanan ibadah gereja dari Forum Musyawarah Antar Gereja (FORMAG) Kota Parepare,” terang Totok.

Dia berharap warga binaan dapat memanfaatkan layanan pembinaan dan bimbingan keagamaan yang diberikan, salah satunya penyuluhan dari Kementerian Agama Kota Parepare.

“Kehadiran penyuluh agama di Lapas IIA Parepare ini dapat memberikan siraman rohani untuk penguatan iman dan taqwa kepada warga binaan, terlebih warga binaan diberikan ruang untuk berkonsultasi dengan teman-teman penyuluh dari Kementerian Agama Parepare,” ujar Totok.

Kepala Kantor Kementerian Agama Parepare, Fitriadi, berharap melalui kerjasama antara kedua belah pihak dapat memberikan dampak yang lebih baik bagi warga binaan terlebih saat mereka telah menyelesaikan masa pidananya.

Para penyuluh agama Kantor Kementerian Agama Parepare, kata dia, secara rutin dan terjadwal melakukan pembinaan dan bimbingan keagamaan terhadap warga binaan.

“Kementerian Agama Parepare juga menugaskan penyuluh agama lain selain Islam sehingga dapat memberikan penyuluhan bagi warga binaan yang Non Muslim,” ucap Fitriadi. (Eka)

Kreasi Tanpa Sekat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yang Mungkin Anda Sukai
Empat Petugas Rutan Pangkep Masuk Satops Patnal

Empat Petugas Rutan Pangkep Masuk Satops Patnal

Klinik Lapas Narkotika Sungguminasa Capai Standar Tertinggi Kemenkes

Klinik Lapas Narkotika Sungguminasa Capai Standar Tertinggi Kemenkes

Lapas Maros Beri Penghargaan Petugas Teladan

Lapas Maros Beri Penghargaan Petugas Teladan

error: Special Content !