https://kedai-berita.com/
kedai-berita.com - Kreasi Tanpa Sekat

Kakek Korban Pemarangan di Gowa Heran Tiga Pelaku Masih Bebas Berkeliaran

94

KEDAI-BERITA.COM, Gowa– Muhammad Basir Daeng Ngawing, warga Lingkungan Borong Raukang, Kelurahan Samata, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa berharap Polres Gowa segera menangkap semua pelaku yang diduga turut mengeroyok dan memaranginya pada bulan Juni 2019 lalu.

“Masih ada tiga pelaku yang mengeroyok dan memarangi saya masih berkeliaran. Harusnya kan Polisi segera menangkapnya,” kata Basir saat di temui di rumahnya, Sabtu (28/9/2019).

Ia mengaku hingga saat ini masih dihantui ketakutan lantaran ketiga pelaku yang diduga turut mengeroyok dan memaranginya masih bebas berkeliaran. Sementara, kata dia, seluruh kronologi kejadian yang menimpanya telah ia ceritakan utuh di hadapan penyidik Polres Gowa.

“Diantaranya keterlibatan tiga orang pelaku yang masih bebas berkeliaran tersebut. Jelas-jelas mereka turut mengeroyok saya bersama seorang pelaku yang saat ini sudah ditahan oleh Kejaksaan Negeri Gowa pasca berkas perkaranya dinyatakan lengkap,” ungkap Basir.

Ia berharap Kapolres Gowa turun mengevaluasi penyidiknya agar ketiga pelaku lainnya yang terlibat mengeroyok dan memaranginya bisa segera ditangkap dan kasusnya juga berakhir di persidangan.

“Kami ini orang kecil hanya butuh keadilan. Saya ingin semua pelaku yang mengeroyok dan memarangi saya bertanggung jawab atas perbuatannya. Mohon Kapolres bantu kami orang kecil ini,” tutur Basir.

Ia mengungkapkan kejadian pengeroyokan dan pemarangan yang menimpa dirinya terjadi pada bulan Juni 2019.

Saat itu, ia sedang mengawasi pertumbuhan tanaman padi yang telah ia tanam di area sawahnya yang letaknya tak jauh dari rumahnya.

Tiba-tiba para pelaku mendatanginya dengan membawa parang dan langsung melakukan pengeroyokan.

Akibatnya, ibu jari tangan korban putus akibat pemarangan oleh pelaku. Tak hanya itu, bagian punggung korban pun mengalami luka sayatan.

“Saya langsung dilarikan oleh keluarga ke rumah sakit terdekat. Setelah menjalani perawatan medis sekaligus visum, saya langsung melapor ke Polres Gowa,” terang Basir.

Ia mengatakan para pelaku menganiayanya karena tak terima ditegur saat bebek peliharaannya sering masuk ke area sawahnya dan memakan tanaman padi miliknya.

“Bebeknya sering masuk ke area sawah saya dan sudah tiga kali saya tegur. Itulah kemungkinan dia tidak terima dan langsung menganiaya saya,” jelas Basir.

Andi Unru, Tim Pendamping korban dari Bidang Pengawasan dan Pengamanan Operasional LMR-RI Cabang Sulsel mengatakan dalam kasus tersebut ada empat pelaku. Meski tiga pelaku lainnya, belum diproses.

“Saya sudah konfirmasi ke Kejari Gowa, Jaksanya bilang pelaku lebih dari satu. Cuma yang berkas P21 baru satu orang yakni Nunung Tri Akbar. Sekarang dia berstatus tahanan Kejari Gowa,” Unru menandaskan. (Arlan/Eka)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.