Sungguminasa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa meluncurkan E-Katalog SiBollang, platform digital yang memuat berbagai hasil karya warga binaan. Inovasi ini menjadi langkah baru dalam mendukung program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, mengatakan peluncuran SiBollang merupakan upaya menjawab tantangan era digital dan membuka akses lebih luas bagi masyarakat terhadap hasil pembinaan.
“Melalui SiBollang, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan tidak hanya dibina, tetapi juga diberdayakan. Mereka punya potensi dan kemampuan untuk berkarya serta berkontribusi secara positif,” kata Gunawan.

E-Katalog SiBollang menampilkan beragam produk hasil pelatihan, mulai dari kerajinan sofa, meubel, pengelasan hingga perbengkelan. Produk-produk tersebut dibuat melalui program pelatihan kemandirian yang digelar di Lapas dengan bimbingan instruktur dan petugas pembinaan.
Salah satu warga binaan mengaku bangga karena hasil karyanya kini dapat diakses masyarakat luas.
“Saya tidak pernah menyangka hasil kerja kami bisa dilihat banyak orang. Sekarang saya lebih percaya diri dan ingin terus belajar agar bisa mandiri setelah bebas nanti,” ujarnya.
Petugas pembinaan menyebut kehadiran SiBollang memberi motivasi baru bagi warga binaan untuk terus berkarya.
“Selain sebagai sarana promosi, SiBollang menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan di dalam lapas,” kata seorang pegawai pembinaan.

Antusiasme juga datang dari masyarakat yang mulai membeli produk warga binaan.
“Kualitasnya bagus, dan kami merasa ikut mendukung proses pembinaan yang positif,” ujar salah satu pembeli.
Gunawan menambahkan, peluncuran SiBollang merupakan bagian dari komitmen Lapas Sungguminasa untuk menghadirkan pembinaan yang modern, kreatif, dan berdampak.
“Kami berharap SiBollang menjadi simbol perubahan dan semangat kemandirian bagi warga binaan,” katanya.
Dengan inovasi ini, Lapas Narkotika Sungguminasa menegaskan komitmennya untuk menjalankan pembinaan berprinsip Profesional, Responsif, Inovatif, Modern, dan Akuntabel (PRIMA) sejalan dengan arah reformasi pemasyarakatan yang berkelanjutan. (Eka)