Masamba— Suasana duka menyelimuti jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba, Sabtu (8/11/2025). Di halaman rumah duka, puluhan pegawai berdiri tegak dalam balutan seragam dinas. Mereka memberikan penghormatan terakhir bagi rekan sejawat mereka, almarhum Jamir, pegawai Rutan Masamba yang wafat setelah bertahun-tahun mengabdikan diri dalam dunia pemasyarakatan.
Upacara kedinasan yang digelar pagi itu berlangsung khidmat. Kepala Rutan Kelas IIB Masamba, Syamsul Bahri, memimpin langsung prosesi sebagai Inspektur Upacara. Sementara Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka KPR) bertugas sebagai Komandan Upacara. Sejumlah petugas jaga turut mengambil peran sebagai pengusung jenazah, sebuah tradisi kedinasan yang menjadi simbol penghormatan tertinggi bagi seorang aparatur negara yang berpulang.
Rangkaian upacara diawali dengan penyerahan jenazah dari keluarga kepada pihak institusi, menandai ikatan pengabdian antara almarhum dan negara. Isak tangis sesekali pecah di tengah suasana hening, ketika doa dan penghormatan terakhir dibacakan.
Dalam amanatnya, Syamsul Bahri menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian almarhum, sekaligus menyerukan agar semangat dan dedikasi yang ditinggalkannya menjadi teladan bagi seluruh jajaran.
“Almarhum adalah sosok yang dikenal ramah, penuh tanggung jawab, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap tugas. Semoga segala amal kebaikan beliau diterima Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Syamsul dengan suara bergetar.
Upacara berakhir dengan doa bersama dan pengantaran jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. Rekan-rekan sejawat mengiringi langkah keluarga dengan kepala tertunduk, menyiratkan kehilangan yang mendalam namun juga kebanggaan atas pengabdian yang telah diberikan.
Bagi keluarga besar Rutan Masamba, kepergian Jamir bukan sekadar kehilangan seorang pegawai, tetapi juga seorang sahabat yang meninggalkan jejak ketulusan di lingkungan kerjanya.
“Selamat jalan, Saudara kami,” ucap seorang pegawai lirih. “Terima kasih atas pengabdianmu. Semoga Allah melapangkan jalanmu.” (Eka)