Lembaga Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) bersama Koalisi Relawan Anti Korupsi Sulawesi Selatan (Kawan Aksi) melakukan pemantauan terhadap pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Pemantauan yang dilakukan kemarin itu ada tiga bidang yakni bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pekerjaan Umum,”kata Peneliti ACC Sulawesi, Anggareksa, Rabu (31/1/2024).
Khusus bidang pendidikan, pemantauan dilakukan pada proyek Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 23 Makassar yang diduga bermasalah hingga kini.
Setelah ditelusuri, ternyata ada ketidak sesuaian item pekerjaan yang dikerjakan oleh CV. M selaku pemenang tender dengan hasil pemantauan yang dilakukan oleh Kawan Aksi di lapangan.
“Temuan di lapangan ternyata tidak ada pembangunan gedung yang ada hanya pembangunan tanggul dan timbunan, jadi antara judul tender dan pelaksanaan di lapangan itu berbeda,”ucapnya.
Selain itu dalam proses tender yang diikuti oleh 156 peserta, hanya 39 peserta atau rekanan yang mengajukan penawaran
“Itu kan sangat aneh yah, ngapain dia mendaftar kalau tidak melakukan penawaran,”cetus Anggareksa.
Kemudian yang anehnya lagi, ke 39 peserta yang mengikuti itu kalau dilihat dari penawarannya semuanya hampir sama jumlahnya.
“Penawarannya berkisar antara 1,3 setengah sampai 1,4 ini kan hal yang aneh. kan Pagu anggarannya itu 1,8 miliar, pertanyaannya kenapa penawarannya hampir sama ? minimal kan ada yamg beda begitu,”beber Anggareksa.
Dengan demikian, ACC Sulawesi yang melakukan riset pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menduga ada permainan antara penyedia Barjas dan pemenang tender.
“Kami melihat berdasarkan LPSE, itu ada tiga CV yang memenuhi kualifikasi, tapi pertanyaannya kenapa CV. M yang dimenangkan, padahal kedua CV lainnya kan juga sama-sama memenuhi kualifikasi,” umbar dia.
Keanehan lainnya, kata dia, ada dalam proses tender yang tidak transparan sehingga masyarakat tidak dapat ikut mengawasi proyek-proyek pengadaan pemerintah ini.
“Seperti misalnya kontrak, dikontrak itu kan ada RAB, nah harapannya ketika itu diumumkan ke publik, publik bisa mengawasi proses PBJ tersebut sehingga pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat dapat mengurangi terjadinya korupsi ataupun penyelewengan-penyelewengan lainnya,” tandasnya.
Diketahui selain proyek pembangunan gedung baru SMAN 23 Makassar, ACC Sulawesi dan Kawan Aksi juga memantau pembangunan gedung parkir Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji dan pembangunan Masjid di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Selatan. (Thamrin/Eka)