Connect with us

Hukum & Kriminal

Polda Sulsel Serahkan Tersangka dan BB Korupsi KUR BRI Pinrang Pekan Ini?

Published

on

Kepala Subdit III Tipikor Polda Sulsel, Kompol Fadli.

Polda Sulawesi Selatan berjanji akan segera melimpahkan para tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada cabang Kabupaten Pinrang mendekat ini ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

“Ini masih koordinasikan sama Kejaksaan kapan waktu tahap 2,”kata Kompol Fadli Kepala Subdit III Tipikor Polda Sulsel saat dikonfirmasi via pesan singkat, Kamis (19/1/2023).

Hal itu didukung dengan tidak ditemukannya kendala dalam proses penanganan perkara yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 11.458.000.000.

“Nggak ada kendala semua masih dalam proses, sabar saja,”ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Lembaga Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi mendesak Polda Sulsel menyerahkan 17 tersangka dan barang bukti (tahap dua) ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Sebagaimana diketahui bahwa Kasus korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Kabupaten Pinrang sudah berstatus P21 atau dinyatakan lengkap.

“Segerakan tahap duanya agar bisa cepat disidangkan,”ucap Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) Kadir Wokanubun kepada Kedai-Berita.com via telepon, Kamis (19/1/2023).

Tak hanya mendesak Polda Sulsel, ACC Sulawesi juga turut mendesak Kejati Sulsel agar serius meminta penyegeraan pelimpahan tahap dua 17 tersangka korupsi KUR BRI Cabang Kabupaten Pinrang tersebut.

“Ya seharusnya jaksanya juga meluangkan waktu berkoordinasi dengan penyidiknya agar segera tahap dua perkara tersebut,” terang Kadir.

Sekedar diketahui, Polda Sulsel telah menetapkan 22 tersangka dalam perkara korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kabupaten Pinrang tersebut.

6 tersangka diantaranya merupakan Kepala Cabang dari Unit-unit Bank BRI serta selebihnya berperan sebagai calo nasabah.

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka yang dimaksud selain bermufakat jahat melakukan korupsi juga ditemukan ada dugaan penyalahgunaan kewenangan terkait pemberian fasilitas kredit berupa Kupedes, KUR mikro, BRI guna kepada 338 debitur di unit BRI Mallongi-longi dan BRI Unit Temassarangnge, Kabupaten Pinrang terhitung sejak 2017 hingga 2019.

Akibat perbuatannya para tersangka pun dijerat dengan ancaman Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Jo Pasal 65 KUHPidana dan Pasal 55 KUHPidana. (Thamrin/Eka)

Polda Sulsel Serahkan Tersangka dan BB Korupsi KUR BRI Pinrang Pekan Ini?

Polda Sulawesi Selatan berjanji akan segera melimpahkan para tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada cabang Kabupaten Pinrang mendekat ini ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

“Ini masih koordinasikan sama Kejaksaan kapan waktu tahap 2,”kata Kompol Fadli Kepala Subdit III Tipikor Polda Sulsel saat dikonfirmasi via pesan singkat, Kamis (19/1/2023).

Hal itu didukung dengan tidak ditemukannya kendala dalam proses penanganan perkara yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 11.458.000.000.

“Nggak ada kendala semua masih dalam proses, sabar saja,”ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Lembaga Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi mendesak Polda Sulsel menyerahkan 17 tersangka dan barang bukti (tahap dua) ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Sebagaimana diketahui bahwa Kasus korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Kabupaten Pinrang sudah berstatus P21 atau dinyatakan lengkap.

“Segerakan tahap duanya agar bisa cepat disidangkan,”ucap Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) Kadir Wokanubun kepada Kedai-Berita.com via telepon, Kamis (19/1/2023).

Tak hanya mendesak Polda Sulsel, ACC Sulawesi juga turut mendesak Kejati Sulsel agar serius meminta penyegeraan pelimpahan tahap dua 17 tersangka korupsi KUR BRI Cabang Kabupaten Pinrang tersebut.

“Ya seharusnya jaksanya juga meluangkan waktu berkoordinasi dengan penyidiknya agar segera tahap dua perkara tersebut,” terang Kadir.

Sekedar diketahui, Polda Sulsel telah menetapkan 22 tersangka dalam perkara korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kabupaten Pinrang tersebut.

6 tersangka diantaranya merupakan Kepala Cabang dari Unit-unit Bank BRI serta selebihnya berperan sebagai calo nasabah.

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka yang dimaksud selain bermufakat jahat melakukan korupsi juga ditemukan ada dugaan penyalahgunaan kewenangan terkait pemberian fasilitas kredit berupa Kupedes, KUR mikro, BRI guna kepada 338 debitur di unit BRI Mallongi-longi dan BRI Unit Temassarangnge, Kabupaten Pinrang terhitung sejak 2017 hingga 2019.

Akibat perbuatannya para tersangka pun dijerat dengan ancaman Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Jo Pasal 65 KUHPidana dan Pasal 55 KUHPidana. (Thamrin/Eka)