Connect with us

Hukum & Kriminal

Apa Kabar Penyidikan Kasus Korupsi Pengadaan Seragam Olahraga di Tana Toraja

Published

on

Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) merilis sejumlah kasus korupsi mandek yang ditangani Polda Sulsel selama tahun 2022. Diantaranya kasus korupsi pengadaan serag olahraga di Kabupaten Tana Toraja yang naik ke tahap penyidikan sejak bulan Oktober 2019.

Sejak kasusnya ditingkatkan ke tahap penyidikan tepatnya pada bulan Oktober 2019, perkembangan penanganan kasus korupsi pengadaan seragam olahraga di Kabupaten Tana Toraja oleh Polda Sulsel tak lagi terdengar.

Dalam catatan akhir tahun (catahu) 2022 Lembaga Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi), kasus ini masuk dalam rentetan kasus korupsi mandek yang ditangani oleh Polda Sulsel.

“Kita harap Polda Sulsel segera menyelesaikan semua tunggakan kasus yang tidak selesai bahkan penanganannya menghabiskan waktu lebih dari setahun tidak ada kepastian hukum. Yah salah satunya kasus korupsi pengadaan seragam olahraga di Kabupaten Tana Toraja tersebut,” ucap Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) Kadir Wokanubun via telepon, Jumat (20/1/2023).

Ia mengaku heran dengan sikap Polda Sulsel yang terkesan hanya bersemangat di awal penyelidikan hingga memasuki tahap penyidikan. Setelahnya, semangatnya malah menghilang.

“Kami berharap kasus ini segera diambil alih saja oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena takutnya nasibnya sama dengan penanganan kasus pembebasan lahan Bandara Mengkendek di Toraja Utara dulu. Di mana ditangani bahkan bertahun-tahun lamanya,” terang Kadir.

Kepala Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel, Kompol Fadli coba dikonfirmasi mengenai perkembangan penyidikan kasus korupsi pengadaan seragam olahraga tersebut tidak memberikan jawaban. Ia lebih memilih tak berkomentar terkait itu.

350 ASN Kabupaten Tana Toraja Sempat Diperiksa Maraton

Sejak kasus dugaan korupsi pengadaan seragam olahraga di Kabupaten Tana Toraja itu resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan, Penyidik Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel memeriksa ratusan maraton Aparat Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja.

“Sudah 350 orang saksi diperiksa. Semuanya berstatus ASN di Kabupaten Tana Toraja,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel yang saat itu dijabat oleh Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, Kamis 7 November 2019.

Untuk penetapan tersangka, kata dia, segera mungkin dilakukan setelah penyidik mendapatkan hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan cabang Sulawesi Selatan (BPKP Sulsel) nantinya.

“Sekalian penetapan tersangka setelah PKN keluar. Itu sementara kami tunggu,” ujar Yudhiawan kala itu.

Diketahui, proyek pengadaan baju olahraga untuk ASN lingkup Pemda Tana Toraja telah menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tana Toraja tahun anggaran 2016-2017 senilai Rp 3 miliar lebih.

Dalam pelaksanaannya, pengadaan baju olahraga tersebut diduga terjadi pengurangan kualitas sehingga terjadi mark up anggaran.

Akibat adanya dugaan pelanggaran yang dimaksud, Dit Reskrimsus Polda Sulsel pun melakukan penyelidikan hingga dalam perjalanannya ditemukan peristiwa pidana yang telah didukung alat bukti permulaan yang cukup.

Sehingga tak butuh waktu lama tepatnya terhitung hanya sebulan, tim Penyidik Subdit III Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulsel kemudian resmi meningkatkan status kasus dugaan korupsi pengadaan baju olahraga di Kabupaten Tana Toraja ke tahap penyidikan setelah melalui proses gelar perkara. (Thamrin/Eka)