Connect with us

Hukum & Kriminal

ACC Desak Polda Segera Serahkan 17 Tersangka dan BB Korupsi Dana KUR BRI Pinrang ke Kejati Sulsel

Published

on

Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) berharap Kejati Sulsel turut menagih pelimpahan tahap dua atas 17 tersangka korupsi KUR pada BRI Cabang Kabupaten Pinrang.

Lembaga Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) mendesak Polda Sulsel segera menyerahkan 17 tersangka dan barang bukti (tahap dua) kasus korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kabupaten Pinrang ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel).

“Berkas perkara 17 tersangka itu kan sudah berstatus P-21 sehingga tak ada alasan berlama-lama, segerakan tahap duanya agar bisa cepat disidangkan,” ucap Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) Kadir Wokanubun kepada Kedai-Berita.com via telepon, Kamis (19/1/2023).

Tak hanya mendesak Polda Sulsel, ACC Sulawesi juga turut mendesak Kejati Sulsel agar serius meminta penyegeraan pelimpahan tahap dua 17 tersangka korupsi KUR BRI Cabang Kabupaten Pinrang tersebut.

“Ya seharusnya jaksanya juga meluangkan waktu berkoordinasi dengan penyidiknya agar segera tahap dua perkara tersebut,” terang Kadir.

Sebelumnya diberitakan, dari total 22 tersangka korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kabupaten Pinrang, 17 tersangka diantaranya, berkas perkaranya sudah dinyatakan rampung (P-21) oleh Kejaksaan.

“Iya 17 tersangka sudah P-21, sisanya 5 tersangka dalam proses,” ucap Kepala Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel, Kompol Fadli via telepon, Sabtu 14 Januari 2023.

Saat ditanya rencana pelimpahan tahap dua atas 17 tersangka yang berkas perkaranya telah dinyatakan P-21 tersebut, Fadli mengatakan hal itu kemungkinan dilakukan tidak lama lagi.

“Ntar lagi,” tutur Fadli.

Diketahui, dalam perkara korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kabupaten Pinrang tersebut, Polda Sulsel telah menetapkan 22 tersangka. 6 tersangka diantaranya merupakan Kepala Cabang dari Unit-unit Bank BRI serta selebihnya berperan sebagai calo nasabah.

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka yang dimaksud selain bermufakat jahat melakukan korupsi juga ditemukan ada dugaan penyalahgunaan kewenangan terkait pemberian fasilitas kredit berupa Kupedes, KUR mikro, BRI guna kepada 338 debitur di unit BRI Mallongi-longi dan BRI Unit Temassarangnge Kabupaten Pinrang terhitung sejak 2017 hingga 2019.

Akibat perbuatannya tersebut, para tersangka dijerat dengan ancaman Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Jo Pasal 65 KUHPidana dan Pasal 55 KUHPidana. Di mana dari kegiatannya diduga merugikan negara sebesar Rp11.458.000.000. (Thamrin/Eka)