Menu

Mode Gelap
KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel? PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M

News · 22 Jul 2022 13:56 WITA

Catatan ACC Sulawesi Untuk Kejati Sulsel di Hari Bhakti Adhyaksa 2022


 ACC Sulawesi ungkap tren vonis bebas Pengadilan Tipikor Makassar selama tahun 2021. Perbesar

ACC Sulawesi ungkap tren vonis bebas Pengadilan Tipikor Makassar selama tahun 2021.

Lembaga Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi dalam 5 tahun terakhir terhitung sejak tahun 2017 hingga 2022 terus mendorong Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Negeri Makassar untuk menyelesaikan sejumlah kasus dugaan korupsi yang mandek agar ada kepastian hukum.

Wakil Ketua Internal ACC, Anggareksa PS mengatakan, setiap tahun mengirim surat kepada Kejaksaan Tinggi hanya untuk meminta daftar kasus yang sedang ditangani, tujuannya sebagai bentuk pengawasan publik atas kinerja Kejaksaan, namun tak satupun dari surat itu yang dibalas.

“Masyarakat sangat berharap kepada kejaksaan untuk dapat memberantas korupsi yang merajalela di negeri ini dan menyusahkan masyarakat,” ujar Anggareksa, Kamis 21 Juli 2022.

Melalui Hari Bhakti Adhyaksa 2022, ACC berharap peran jaksa dalam pemberantasan korupsi, sebab tindak pidana korupsi di Indonesia perkembangannya cukup pesat dari tahun ke tahun dan telah menjadi suatu kejahatan yang luar biasa.

Baca Juga :  Pejabat dan Eks Pejabat Keuangan PDAM Kota Makassar Diperiksa di Kejati Sulsel

Dengan demikian, upaya pemberantasannya tidak lagi dapat dilakukan secara biasa. Akan tetapi dituntut dengan cara yang luar biasa.

Mengingat korupsi dapat menimbulkan bahaya yang luar biasa terhadap kehidupan umat manusia lantaran telah meramba ke dunia pendidikan, kesehatan, penyediaan sandang pangan rakyat, keagamaan dan fungsi-fungsi pelayanan sosial lainnya.

“Sehingga jaksa memiliki peran sentral dalam menangani tindak pidana korupsi khususnya di Sulawesi Selatan,” terang Anggareksa.

Dalam cacatan akhir tahun 2021, ACC Sulawesi mendapati 28 kasus korupsi yang mandek ditangan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan 42 kasus korupsi yang mandek di Kejaksaan Negeri se-Sulawesi Selatan yang jika ditotalkan maka ada 70 kasus mandek.

Baca Juga :  Soal Tumpukan Sampah di Pasar Daya, Ini Kata Lurah

Hal itu menandakan bahwa tingginya angka kasus korupsi mandek yang ditangani oleh kejaksaan adalah bukti nyata lemahnya komitmen pemberantasan korupsi Korps Adhyaksa khususnya Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Negeri di bawahnya.

“Penanganan tindak pidana korupsi harusnya menjadi prioritas bagi kejaksaan karena dampak yang ditimbulkan itu sangat luas dan berdampak langsung ke masyarakat,” ungkap Anggareksa.

Kewenangan yang besar tanpa disertai transparansi dan keterbukaan itu akan sangat berbahaya, karena membuka ruang untuk aparat penegak hukum untuk memainkan perkara ataupun kasus. Begitu pula maraknya beberapa kejaksaan daerah yang mendapat dana hibah dari pemerintah kota dan kabupaten.

“Kami menilai itu dapat menciptakan benturan kepentingan (conflik of interest) dalam penanganan kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah setempat,” terang Anggareksa.

Baca Juga :  Menakar Sikap 'Diam' Satpol PP di Kasus Kafe Dekat Sekolah Bebas Jualan Miras

Secara kelembagaan, ACC Sulawesi meminta Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan untuk menjalankan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Di mana kejaksaan wajib memberikan informasi yang diminta oleh masyarakat.

“Ini penting agar publik juga dapat mengawasi kinerja kejaksaan,” Anggareksa menandaskan. (Red)

Artikel ini telah dibaca 63 kali

Baca Lainnya

Tanggapan Akademisi Terkait Bau Korupsi Pembebasan Lahan Bendungan Paselloreng

12 Agustus 2022 - 08:34 WITA

Makassar Disebut Jadi Calon Terkuat Tuan Rumah APEXI 2023

8 Agustus 2022 - 16:17 WITA

PDAM Makassar Beri Promo Cicilan Bagi Pelanggan Baru

8 Agustus 2022 - 15:54 WITA

Pesan Sekda di HUT PDAM Makassar Ke-98

8 Agustus 2022 - 15:24 WITA

Bau Korupsi di Proyek Pembebasan Lahan Bendungan Paselloreng Wajo

8 Agustus 2022 - 07:53 WITA

Danny Pomanto Dinobatkan Sebagai Wali Kota Terpopuler di Media Online

5 Agustus 2022 - 23:31 WITA

Trending di News
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com