Menu

Mode Gelap
KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel? PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M

News · 2 Jul 2022 08:53 WITA

Rotan Kapuas Kecewa Penilaian BWS Kalimantan 1 Pontianak


 Rotan Kapuas menyesalkan hasil penilaian Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Pontianak Perbesar

Rotan Kapuas menyesalkan hasil penilaian Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Pontianak

Restorasi Hutan dan Sungai Kapuas atau disingkat Rotan adalah komunitas warga di Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Komunitas Rotan Kapuas berdiri sejak 2017. Mereka aktif secara sukarela mewakafkan diri untuk menjaga lingkungan di sana.

Namun, beberapa hari terakhir ini mereka mengaku menelan kekecewaan.

Ketua Komunitas Rotan Kapuas, Sahli mengatakan, kekecewaan pihaknya disebabkan hasil penilaian Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Pontianak yang dinilainya tidak sesuai dengan kreteria.

“Yang diprosedurkan, namun tidak menutup kemungkinan kami komunitas Rotan Kapuas sangat merasakan kekecewaan,” ucap Sahli dalam rilisnya yang diterima Kedai-Berita.com, Jumat 1 Juli 2022.

Menurut dia, ada empat poin kriteria penilaian yang tidak terpenuhi dari Akademi Ide Kalimantan diantaranya penilaian terkait keterbukaan informasi dalam pelaporan keuangan, pertemuan rutin, jadwal tempat bersama anggota serta tampilan video kegiatan Akademi Ide Kalimantan yang turut tak terlihat.

Baca Juga :  D'Fashion Textile Makassar Tak Punya Lahan Parkir

“Poin yang sangat kami kecewakan dikarenakan tak sesuai dengan topik yang diprosedurkan Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Pontianak yakni yang berkaitan dengan sungai dari pemaparan Akademi Ide Kalimantan tidak sama sekali. Tidak ada berkaitan dengan Sungai Barik dari pelestarian sungainya dan semacamnya. Ini kacau,” terang Sahli.

Selain itu, sebab permasalahan lainnya karena perbedaan peruntukan. Di mana jika berdasarkan pada undangan buku panduan penguatan komunitas peduli sungai tingkat nasional tahun 2022, ajang ini tegas diperuntukan untuk komunitas peduli sungai bukan lainnya.

“Jujur, saya bingung sebanarnya ajang ini untuk pembinaan komunitas peduli sungai atau BWSK/BBWK. Kok penilaiannya di luar yang sudah ditetapkan,” Sahli menegaskan sembari mengingatkan betapa penting proses komunikasi lanjutan. (*)

Artikel ini telah dibaca 89 kali

Baca Lainnya

Tanggapan Akademisi Terkait Bau Korupsi Pembebasan Lahan Bendungan Paselloreng

12 Agustus 2022 - 08:34 WITA

Makassar Disebut Jadi Calon Terkuat Tuan Rumah APEXI 2023

8 Agustus 2022 - 16:17 WITA

PDAM Makassar Beri Promo Cicilan Bagi Pelanggan Baru

8 Agustus 2022 - 15:54 WITA

Pesan Sekda di HUT PDAM Makassar Ke-98

8 Agustus 2022 - 15:24 WITA

Bau Korupsi di Proyek Pembebasan Lahan Bendungan Paselloreng Wajo

8 Agustus 2022 - 07:53 WITA

Danny Pomanto Dinobatkan Sebagai Wali Kota Terpopuler di Media Online

5 Agustus 2022 - 23:31 WITA

Trending di News
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com