Menu

Mode Gelap
KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel? PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M

Hukum & Kriminal · 8 Jun 2022 21:11 WITA

Pemohon Praperadilan Nilai Hakim Abaikan Fakta Sidang


 Sidang gugatan praperadilan berlangsung di PN Makassar. Perbesar

Sidang gugatan praperadilan berlangsung di PN Makassar.

Pemohon Praperadilan terhadap Polsek Rappocini Makassar, inisial MF melalui Tim Kuasa Hukumnya yang tergabung dalam Kantor Hukum Law Firm Farid Mamma S.H, M.H mengaku kecewa dengan putusan Hakim Tunggal Sutisna.

Farid Mamma, Ketua Tim Kuasa Hukum pemohon mengatakan kekecewaannya terhadap putusan Hakim Tunggal yang dibacakan di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu 8 Juni 2022 tersebut, karena sama sekali tak mempertimbangkan fakta-fakta dalam persidangan yang telah ada.

Lebih lanjut kata Farid, dalam putusan Hakim Tunggal juga, dinilai tak mempertimbangkan poin-poin penting yang diajukan pihaknya dalam materi replik sebagai tanggapan atas jawaban termohon praperadilan mengenai materi praperadilan.

Beberapa fakta persidangan yang dimaksud Farid yang tidak menjadi pertimbangan Hakim Tunggal dalam putusannya, yakni mengenai keterangan saksi atas nama perempuan Niar dalam persidangan. Di mana saksi Niar jelas mengungkap bahwa saat rekonstruksi hendak digelar, pemohon praperadilan MF mengaku menolak keterangannya dalam BAP saat itu. Karena ia dipaksa dan dipukul oleh seorang oknum Polsek Rappocini inisial AR kala itu.

Baca Juga :  Ahli Waris Djunaeda Lapor Resmi Dugaan Perusakan Pagar Lahan Miliknya

“Ini fakta yang sama sekali diabaikan oleh Hakim. Bahkan adanya penganiayaan yang dialami oleh pemohon saat berada di Polsek Rappocini berdasarkan pengakuan saksi Exel dalam persidangan praperadilan juga sama sekali tak disinggung dalam pertimbangan Hakim dalam putusannya tadi. Jadi di mana keadilan dalam putusan Hakim karena sama sekali tak mempertimbangkan adanya unsur pelanggaran HAM yang dialami pemohon dalam kasus yang dituduhkannya,” terang Farid Mamma.

Tak hanya itu, yang mengherankan bagi Farid, dalam putusan Hakim Tunggal yang dibacakan tadi, juga mengesampingkan fakta hukum mengenai hak pemohon praperadilan di mana saat diperiksa oleh penyidik tidak diberikan haknya untuk mendapatkan pendampingan hukum. Sementara ancaman pidana yang disangkakan padanya itu di atas 5 tahun atau 15 tahun penjara.

Baca Juga :  Polsek Bontoala Amankan Terduga Pencuri Uang Puluhan juta

“Ini juga dikesampingkan oleh Hakim dalam putusannya. Padahal jelas merupakan materi pokok juga dalam praperadilan,” jelas Farid Mamma.

“Malah ada dua nomor Laporan Polisi yang dibuat oleh termohon praperadilan juga hanya dianggap oleh Hakim sebagai hal yang biasa dan itu hanya salah ketik. Sementara hal itu dikategorikan sebagai tindakan tak berhati-hati atau kasarnya kok bisa dibenarkan ada sebuah lembaga negara membuat lembaran negara berupa LP tidak menerapkan azas kehati-hatian,” Farid Mamma mengungkapkan.

Ia menegaskan dengan penguraian beberapa poin di atas mengenai putusan Hakim Tunggal praperadilan yang dianggap mengabaikan fakta-fakta persidangan tersebut, selaku Tim Kuasa Hukum pemohon praperadilan tetap akan menempuh upaya-upaya hukum tegas lainnya.

Baca Juga :  Aktifis di Sulsel Ingatkan PN Makassar Tak Beri Karpet Merah Jentang

“Kami akan tempuh upaya hukum lainnya dalam menyikapi putusan praperadilan tadi mengingat pertimbangan pertimbangan putusan Hakim Tunggal praperadilan yang kami paparkan di atas yang bagi kami tidak berazaskan keadilan,” tegas Farid Mamma.

Diketahui, Pengadilan Negeri Makassar memutuskan menolak permohonan praperadilan yang diajukan oleh Tim Kuasa Hukum inisial MF, tersangka dugaan penganiayaan berujung maut terhadap Polsek Rappocini Makassar, Rabu 8 Juni 2022.

“Menetapkan bahwa penangkapan, Penahanan dan penyitaan barang bukti yang dilakukan oleh termohon telah sesuai dengan KUHAP sehingga sah menurut Hukum dan membebankan biaya perkara seluruhnya kepada Pemohon,” ucap Hakim Tunggal Praperadilan Sutisna dalam putusannya. (Eka)

Artikel ini telah dibaca 132 kali

Baca Lainnya

Kasus Penembakan Brigadir J, Begini Peran Irjen Pol Ferdy Sambo

10 Agustus 2022 - 23:53 WITA

1,87 Gram Diduga Sabu Diamankan Polda Sulsel

9 Agustus 2022 - 14:19 WITA

ACC Desak APH Usut Bau Korupsi Pembebasan Lahan Bendungan Paselloreng

9 Agustus 2022 - 14:15 WITA

Polisi Serahkan Tersangka dan BB Tipikor Alkes RS Fatimah Sulsel ke Jaksa

9 Agustus 2022 - 11:33 WITA

Perempuan Korban Kekerasan di Kabupaten Wajo Sambangi Polres dan UPTD PPA

2 Agustus 2022 - 17:32 WITA

Mantan Bupati Tanah Bumbu Dua Periode Resmi Pakai Rompi Orange

29 Juli 2022 - 16:19 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com