Menu

Mode Gelap
PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M Camat Ujung Pandang Gelar Pertemuan Bersama Ketua RT dan RW

Peristiwa · 11 Mei 2022 10:35 WITA

Polda Sulsel Didesak Usut Kasus Jembatan Rp6,8 M Ambruk di Bone


 Polda Sulsel Didesak Usut Kasus Jembatan Rp6,8 M Ambruk di Bone Perbesar

Sejumlah lembaga pegiat anti korupsi di Sulsel diantaranya Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) mendesak Polda Sulsel segera menyelidiki kasus ambruknya jembatan yang bernilai Rp6,8 miliar di Kabupaten Bone.

Jembatan yang menggunakan anggaran cukup besar tersebut kabarnya ambruk sebelum digunakan.

“Kita tidak ingin menduga-duga makanya perlu proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab ambruknya jembatan yang menelan anggaran cukup besar itu. Apakah karena ada dugaan kelalaian atau kesengajaan diantaranya mengurangi kualitas pekerjaan di dalamnya misalnya atau gimana,” ucap Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi), Kadir Wokanubun dimintai tanggapannya via telepon, Rabu (11/5/2022).

Tak hanya mendesak Polda Sulsel menyelidiki penyebab insiden ambruknya jembatan bernilai miliaran rupiah tersebut, namun secara kelembagaan ACC Sulawesi turut meminta dilakukan audit atas pekerjaan jembatan yang belum digunakan namun sudah ambruk itu.

Baca Juga :  Perjuangan Advokat Senior Loloskan Warga dari Sangkaan Penipuan dan Penggelapan

“Audit ini juga penting untuk mengetahui sejauh mana pekerjaan jembatan ini berjalan, apakah sudah sesuai spek atau ditemukan ada pengurangan kualitas pekerjaan. Kalau diaudit kan nanti ketahuan hasil pekerjaannya,” terang Kadir.

Sebelumnya terkait dengan kejadian ambruknya jembatan bernilai Rp6,8 miliar di Kabupaten Bone tersebut, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Bone Jibang menyebutkan bahwa ambruknya jembatan yang dimaksud karena tiang penyangganya rusak dihantam kayu besar yang terbawa arus sungai karena banjir.

“Ada semacam kayu besar yang hanyut dan menghantam tiang penyangga jembatan,” ungkap Jibang, Senin 9 Mei 2022.

Ia mengatakan, jembatan tersebut rencananya akan dibangun sepanjang 40 meter. Adapun konstruksinya dimulai sejak Januari 2022 dan ditargetkan tuntas Juni 2022. Proyek jembatan itu sendiri dibangun dengan menggunakan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 6,8 miliar.

Baca Juga :  Pencopotan Mendadak Para Kepala Lingkungan di Takalar Tuai Sorotan

“Pekerjanya kemarin libur, tiba-tiba banjir dan ada pohon besar yang hanyut menghantam tiang penyangga jembatan. Padahal sisa dua hari perakitan bajanya sudah rampung semua,” sebut Jibang.

Pihaknya, lanjut dia, akan segera lakukan penanganan secepatnya. Apalagi beton sebagai fondasi struktur rangka jembatan tidak mengalami kerusakan.

“Tidak ada ji masalah. Mau dibongkar kembali rangkanya, baru dipasang kembali. Kalau ada yang hilang, paling bautnya ji, rangka baja tidak ada yang rusak,” Jibang menandaskan.

Artikel ini telah dibaca 115 kali

Baca Lainnya

4 Unit Rumah Warga di Makassar Ludes Dilahap Si Jago Merah

17 Mei 2022 - 16:51 WITA

Kakanwil Papua Barat Sowan Ke Rutan Bintuni

12 Mei 2022 - 10:49 WITA

Pesan Kakanwil Papua Barat Kepada Petugas Rutan Bintuni

12 Mei 2022 - 00:59 WITA

Arus Balik Mudik Lebaran Kasat Lantas Terapkan Ganjil Genap

6 Mei 2022 - 15:18 WITA

Kapolres Pelabuhan Cek Posko Ketupat Jelang Mudik Lebaran

28 April 2022 - 21:04 WITA

Satpol PP Makassar Berbagi Sembako ke Anak Panti

27 April 2022 - 21:12 WITA

Trending di Peristiwa
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com