Menu

Mode Gelap
Demonstran Blokade Jalan Urip Hingga Macet Total KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel? PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam

Hukum & Kriminal · 13 Mar 2022 18:57 WITA

LP 240 Res Gowa “Telan” Korban, Suniani, Yusran dan Rusli Mangkir


 LP 240 Res Gowa “Telan” Korban, Suniani, Yusran dan Rusli Mangkir Perbesar

Kasus penganiayaan yang terjadi pada hari Selasa tanggal 22 Pebruari 2022 usai solat magrib sekira pukul 19.00 di dusun Pimpinga, desa Baturappe Kec. Biringbulu Kab. Gowa Sulawesi Selatan(Sulsel).kini sudah di meja penyidik Polres Gowa.

Pihak penyidik Polres Gowa dikabarkan mulai memanggil para pihak yang diduga terlibat langsung atau mengetahui kejadian dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut.

Korban penganiayaan¬† Mahmud Dg Bundu, melalui telpon, Jumat(11/03/2022) kepadaedia ini, mengatakan, “Segalah sesuatu yang berhubungan dengan kasus ini, telah saya sampaikan kepada penyidik.Sehingga saya sangat yakin dalam waktu tidak terlalu lama penyidik akan membuat terang kasus ini.”

Bundu sapaan akrab Mahmud Dg Bundu menambahkan, “Sebagai masyarakat yang taat hukum, maka saya telah melaporkan ke Polres Gowa,
Surat tanda terima laporan polisi(LP) nomor : STTLP/240/II/2022/SPKT/RES GOWA/POLDA SULSEL

Lelaki yang kini berumur 42 tahun, dan kesehariannya adalah petani ini tegas mengatakan, ‘Kehadiran saya di rumah Parawansa Dg Sinrang untuk meminta tolong memperbaiki rantai ban motor sebagaimana komitmen atau janji Parawansa Dg Sinrang kepada saya saat membeli rantai ban motor di rumahnya yang sekaligus sebagai bengkel. Jadi bukan dalam rangka mengintip istrinya Parawansa Dg Sinrang sebagaimana fitnah yang dituduhkan kepada saya.”

Baca Juga :  Begal Sadis Barombong Dilepas, Kasubag Humas: Tidak Dilepas Tapi Ditangguhkan

Mangkir

Sesuai informasi yang diterima dari penyidik Rofig via WhatsApp Jumat(11/03/2022) menyampaikan bahwa Sanniani, Yusran dan Rusli belum bisa diambil keterangannya pada hari ini. Padahal mereka sendiri melalui pendampingnya meminta pemeriksaan ditunda dari jadwal awal, Rabu(9/3/2022) ke hari Jumat(11/03/2022).

Terpisah, Parawansa Dg Sinrang, bapa dari terduga pelaku penganiayaan
(pemukulan) Yusran, saat dikonfirmasi melalui telpon Jumat(11/03/2022), mengaku tidak tau persoalan penganiayaan(pemukulan) yang diduga dilakukan oleh Yusran anak saya, karena saat kejadian saya tidak berada di tempat.

Jadi sebaiknya bertanya langsung ke pak dusun Pimpinga atau pak desa Baturappe,” pinta Parawansa Dg Sinrang.

Saat diminta ketegasan soal kelakuan Bundu sering mengintip dan apakah benar ada lubang di dinding seng kamar mandi? Parawansa Dg Sinrang tetap dengan permintaan pertama yakni bertanya saja ke pak dusun dan pak desa, selesai menyampaikan itu Parawansa Dg Sinrang memutuskan pembicaraan.

Baca Juga :  Dua Bersaudara Terduga Penganiaya Pengendara Mobil Dituntut 1,5 Tahun

Sementara itu kepala dusun Pimpinga desa Baturappe, Abdul Rasid Dg Raga, ketika dikonfirmasi melalui telpon Jumaat(11/03/2022), mengatakan, “Saya kurang tau apakah Bundu mengintip dan bagaimana cara mengintip karena malam itu tidak dibahas dalam sidang adat ”

Ketika ditanya bila tidak dibahas lalu apa yang dibahas malam itu dan apakah malam itu hadir Parawansa Dg Sinrang?
“Malam itu ada sedikit dibahas soal mengintip, tetapi ada warga yang menuduh Bundu sering mengintip jadi diputuskan agar dikenai denda. Dan saat sidang ada Pawansa, tetapi saat pemukulan Dia tidak ada di tempat kejadian perkara(TKP).” beber Abd Rasid Raga

Lalu ada informasi bahwa sempat dalam sidang disampaikan bahwa dinding kamar mandi yang berlubang sering ditempel dengan kulit sampo, tetapi dibocorkan lagi? Abdul Rasid Raga membenarkan bahwa pembicaraan itu muncul dalam sidang adat.

Baca Juga :  Apa Kabar Penyidikan Dugaan Korupsi Peraga Imtaq di Gowa

Menjawab pertanyaan media ini Abd Rasid Raga mengatakan, “Ada informasi bahwa ada lubang di dinding kamar mandi, tetapi saya tidak tau dinding bagian mana berlubang, karena saya tidak perna TKP sebelum atau sesudah kejadian.”

Saat disampaikan bahwa sejak kasus ini mencuat ke ruang publik, bertambah banyak lubang dinding kamar mandi, padahal saat media ini mengambil gambar beberapa waktu lalu, tidak menemukan satu lubang pun di dinding atau pintu kamar mandi.

“Bagaimana saya tau ada lubang di dinding kamar mandi atau pintu kamar mandi, saya belum perna ke TKP, tandas Abd Rasid Raga.(M.Said Welikin/Irfan)

 

Artikel ini telah dibaca 35 kali

Baca Lainnya

Gakkum Sulawesi Tetapkan Direktur PT BMN Sebagai Tersangka

28 September 2022 - 19:17 WITA

Tahanan Lapas Klas II Maros Kabur, Akademisi Nilai Itu Kelalaian dan Kalapas Harus Dicopot

24 September 2022 - 16:04 WITA

Tahanan Rutan Klas 1 Makassar Kabur, Aktivis Minta Kepala Rutan Dicopot

24 September 2022 - 08:50 WITA

Tahanan Rutan Kelas I Makassar Kabur, Kok Bisa?

24 September 2022 - 01:39 WITA

Buruh Terdakwa Tunggal Korupsi Program Kotaku, Dijerat Pasal 3 dan Divonis 3 Tahun Penjara

23 September 2022 - 10:48 WITA

Dituntut 3,5 Tahun, Ini Pembelaan PH Terdakwa Dugaan Korupsi Program Kotaku

20 September 2022 - 22:22 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com