Menu

Mode Gelap
PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M Camat Ujung Pandang Gelar Pertemuan Bersama Ketua RT dan RW

News · 12 Jan 2022 20:45 WITA

Media Massa Kerap Abaikan Etika Pemberitaan


 Media Massa Kerap Abaikan Etika Pemberitaan Perbesar

Media massa kerap mengabaikan etika dalam pemberitaan dan sebagian di antara pengelola media, termasuk wartawan yang menulis berita, tidak menyadari pengabaian etika pemberitaan tersebut.

“Media massa hanya mengejar atau berupaya menjadi yang pertama memberitakan sebuah peristiwa dan membuat berita dengan judul bombastis atau mengejutkan. Mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu sesungguhnya melanggar etika dalam pemberitaan,” kata wartawan senior, Asnawin Aminuddin, saat membawakan materi “Etika Jurnalistik” pada kegiatan Training of Trainer yang diadakan Rakyat Institute, di Makassar, Rabu, 12 Januari 2022.

Pelatih Nasional Wartawan PWI kemudian memberikan contoh peristiwa tewasnya seorang pria pada sebuah hotel. Pria yang tewas tersebut berasal dari dari kota lain dan di hotel tersebut ia sudah beberapa hari bersama-sama dengan seorang wanita yang bukan istri sahnya.

“Peristiwanya menarik memang dan media massa kemudian memberitakan secara akurat peristiwa tersebut. Media menulis nama dan alamat hotel. Juga menulis nama lengkap dan profesi pria yang tewas tersebut, menulis nama lengkap wanita yang bukan istri sahnya, menulis asal daerah dan alamat lengkap di daerah asal si pria yang tewas, serta menulis alamat lengkap si wanita yang bukan istri sah si pria tewas tersebut,” tutur Asnawin.

Dia mengatakan, akurasi pemberitaan memang dibutuhkan, tapi wartawan juga harus mempertimbangkan dampak dari berita yang dibuatnya.

Dengan menyebut nama dan alamat lengkap hotel tempat pria tersebut menginap dan tewas, menulis secara lengkap nama pria dan wanita yang bukan suami istri sah tersebut, serta profesi dan alamat lengkapnya, maka secara tidak langsung media massa telah membuat citra hotel tersebut menjadi buruk di mata masyarakat, serta mempermalukan keluarga besar sang pria dan wanita tersebut.

Etikanya, kata Asnawin, media massa tidak perlu menyebut secara detail nama dan alamat hotelnya, tapi cukup menyebut bahwa peristiwa tewasnya pria tersebut terjadi pada salah satu hotel di seputaran jalan A.

“Tidak perlu juga ditulis lengkap dan alamat lengkap si pria dan wanita tersebut, tapi cukup tulis inisialnya dan asal daerahnya. Kalau nama dan alamatnya ditulis secara lengkap, maka keluarga besarnya tentu akan malu. Istri sah dan anak si pria yang tewas tersebut tentu akan menanggung malu dan menyulitkan mereka dalam pergaulan di tengah masyarakat. Ini yang perlu dipertimbangkan wartawan dan media massa dalam menulis dan menyiarkan berita,” papar Asnawin.

Pada kesempatan tersebut, Asnawin juga menjelaskan satu per satu dari 11 pasal dalam Kode Etik Jurnalistik, serta memberikan beberapa contoh.

Direktur Utama Rakyat Institute, Sabri SKm MKes, menjelaskan, materi yang diberikan kepada peserta Training of Trainer, selain Etika Jurnalistik yang dibawakan oleh Asnawin, juga ada materi “Dimensi Penulisan Berita”, “Fakta Berita”, “9 Elemen Jurnalistik”, serta “Jenis-jenis Penulisan Berita.”(Said/Win)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

TNKB Putih Diberlakukan Juni Mendatang

20 Mei 2022 - 16:42 WITA

Rudenim Makassar Alihkan Tugas Pengawasan Pengungsi Luar Negeri

20 Mei 2022 - 16:04 WITA

Kejati Sulsel Ajak Satpol PP Kenali Hukum Jauhi Perilaku Korupsi

19 Mei 2022 - 18:13 WITA

KPK Terima 395 Laporan Gratifikasi Selama Hari Raya Idul Fitri

15 Mei 2022 - 22:36 WITA

Sibali Siap Rebut Kursi Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulsel

15 Mei 2022 - 19:57 WITA

Jika Temukan Modus Mafia Pupuk Segera Lapor ke Kejati Sulsel

10 Mei 2022 - 18:28 WITA

Trending di News
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com