Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis LSD di Makassar

  • Bagikan

Jajaran Sat Narkoba Polrestabes Makassar lewat Tim Ubur-Ubur berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis baru berbentuk seperti prangko.

Bersamaan dengan itu, pemuda 27 tahun berinisial MZ ikut diamankan karena menguasai narkoba satu saset plastik berisikan tiga blok Lvsergic Acid Diethyimide sebanyak 105 lembar.

Hal tersebut diungkap Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Yudi Frianto saat menggelar press rilis kasus tersebut di Halaman Polrestabes Makassar, Senin (22/11/2021).

Yudi menjelaskan kronologi penangkapan berawal saat pihaknya menerima laporan akan adanya transaksi narkoba.

“Jadi awalnya kita dapat informasi dari salah satu ekspedisi bahwasanya ada barang yang mencurigakan sehingga pada saat hendak datang ke sana kami melakukan undercover pada saat tersangka ini mengambil paket tersebut langsung kita amankan,” jelas AKBP Yudi dihadapan awak media.

Baca Juga :  Pelaku Penyalahgunaan Obat Daftar G Masih Bebas Melenggang Kangkung

Lanjut Yudi mengungkapkan jika barang haram yang berhasil diamankan merupakan narkoba jenis Lysergic Acid Diethylmide (LSD) yang baru masuk di Kota Makassar.

“Narkoba ini jenis Golongan satu. Ini hanya orang-orang tertentu mereka punya pasien sendiri dan cara penjualannya mereka menggunakan online. Dan kami di Makassar tangani kasus ini yang pertama kalinya,”ungkap AKBP Yudi.

Kemudian Yudi menerangkan bahwa pelaku MZ yang diamankan bersama barang bukti ini berperan sebagai pengedar.

Selain MZ polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap istri pelaku MZ dan rekannya satu orang lagi yang diduga juga terlibat.

“Ada pengendar lain yang melakukan dan diatasnya masih kami kejar,”terang AKBP Yudi.

Baca Juga :  Alasan Kejati Sulsel Tuntut Hukuman Mati si Residivis Narkoba Ini

Dijelaskan lagi oleh Yudi bahwa barang haram itu didapatkan pelaku MZ dari Kota Malang, Jawa Timur.

Rencananya, kata Yudi, barang haram itu akan diedarkan di Kota Makassar melalui Instagram.

Pelaku MZ mengedarkan barang haram itu bersama istrinya yang tengah hamil empat bulan.

“Asal muasal barang tersebut awalnya tersangka di Malang, setelah itu berkenalan dengan DPO yang sekarang, sampai sekarang berlanjut,” ungkap AKBP Yudi.

Dari hasil interogasi, MZ mengaku nekat mengedarkan narkoba golongan satu itu, untuk biaya persalinan sang istri.

“Jadi katanya dia MZ mengaku kalau baru pertama kali dia jual barang haram ini. Hasilnya diperuntungkan untuk biaya persalinan istrinya yang sudah hamil empat bulan,” ungkap AKBP Yudi.

Baca Juga :  Nasib 4 PNS Pemkot Makassar yang Terjerat Dugaan Narkoba

Sang istri pun, kini ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Selain itu, seorang teman MZ juga masuk dalam daftar buronan Sat Narkoba Polrestabes Makassar.

Atas perbuatannya MZ dijerat dengan pasal 114 ayat 1, pasal 112 ayat 1 tentang penyalahgunaan narkoba. (Thamrin)

  • Bagikan