Giliran PP IMALAK ‘Colek’ Kapolda Nana Sujana

  • Bagikan

Tak hanya lembaga pegiat anti korupsi (NGO) yang terus merongrong upaya penahanan para tersangka dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Batua, Makassar yang diketahui telah merugikan negara puluhan miliar tersebut.

Kali ini lembaga kemahasiswaan turut mendesak hal yang sama agar penyidik tipikor Polda Sulsel segera menempuh langkah tegas yakni menahan para tersangka yang diketahui masih bebas beraktivitas di luar.

“Kami tantang Kapolda Sulsel baru, Irjen Pol Nana Sujana untuk segera menahan para tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Batua Makassar itu,” tegas Aan, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus Sulawesi Selatan (PP IMALAK SulSel) dalam rilisnya kepada Kedai-berita.com, Rabu (17/11/2021).

Ia mengungkapkan, ada beberapa perkara dugaan korupsi yang telah ditangani oleh Subdit Tipikor Polda Sulsel yang di mana para tersangkanya itu tidak ditahan.

Kalau memang, kata dia, Penyidik Subdit Tipikor Polda Sulsel tetap pada komitmen dengan pemberantasan korupsi, maka seharusnya mereka tidak memberikan ruang kompromistis lagi kepada para tersangka dugaan korupsi Rumah Sakit Batua, Makassar.

“Seharusnya Penyidik Subdit Tipikor Polda Sulsel telah menahan para tersangka dan memberikan efek jera sebagai bentuk bukti komitmennya dalam pemberantasan korupsi,” tutur Aan yang juga kerap disapa Damkers itu.

Baca Juga :  ACC Soroti Kinerja BPK di Kasus Tipikor RS Batua Makassar

Korupsi, kata dia, merupakan kejahatan luar biasa atau biasa disebut (extra ordinary crime). Apalagi kaitannya dengan persoalan yang terjadi di kasus pembangunan Rumah Sakit Batua ini, di mana kabarnya sama sekali tak ada pengembalian kerugian negara.

Rumah sakit, lanjut Damkers, dalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

Tak hanya itu, Rumah Sakit pula sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang merupakan bagian dari sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan. Namun sayangnya, lanjut Damkers, dari beberapa mega proyek pembangunan Rumah Sakit di Indonesia sering kali terjadi tindak pidana korupsi yang di lakukan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab sehingga menghasilkan kerugian negara yang bisa dikatakan cukup besar.

“Bapak Kapolda Sulsel yang baru Irjen Pol Nana Sudjana sebaiknya memberikan perhatian yang sangat tegas terhadap sejumlah penanganan perkara tindak pidana korupsi oleh jajarannya dan khususnya kasus Rumah Sakit Batua ini, kami tantang agar para tersangkanya segera ditahan dan tak boleh lagi ada ruang-ruang toleransi, segera tahan dan jebloskan para tersangka segera ke sel tahanan tanpa pandang bulu,” terang Damkers.

Baca Juga :  Perjuangan Advokat Senior Loloskan Warga dari Sangkaan Penipuan dan Penggelapan

Masyarakat, lanjut dia, tentunya akan mengapresiasi Kapolda SulSel yang baru beserta jajarannya dalam hal ini Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel jika nantinya merealisasikan tantangan dari PP IMALAK Sulsel untuk segera menahan para tersangka dalam kegiatan yang merugikan negara kurang lebih senilai Rp25 miliar lebih itu.

“Korupsi adalah musuh negara dan seharusnya Penyidik Subdit Tipikor Polda Sulsel mengedepankan kepentingan negara dengan cara menahan para tersangka yang hingga saat ini tidak ada itikad baik untuk mengembalikan kerugian negara yang ditimbulkannya,” ungkap Damkers.

Jika memang penyidik Subdit Tipikor Polda Sulsel tidak menahan para tersangka dugaan korupsi Rumah Sakit Batua dalam tahap penyidikan saat ini, maka itu, beber Damkers, juga dapat atau bisa menjadi suatu alasan klasik nantinya oleh penuntut umum untuk melakukan hal yang sama.

“Kalau memang betul dan benar demikian nantinya, artinya memang patut diacungi jempol kepada para tersangka ini karena bisa bebas sepenuhnya dan bahkan menganggap penegakan hukum kasus korupsi di Sulsel tidak ada apa-apanya dan Kami dari IMALAK Sulsel sangat yakin atas dugaan kami yang di mana masih banyak pihak-pihak yang belum tersentuh dari mereka yang disinyalir turut menikmati hasil dari kejahatan korupsi Pembangunan Rumah Sakit Batua ini,” terang Damkers.

Baca Juga :  KPK Sita Tiga Koper dari Kantor Dinas PUTR Sulsel

Meski demikian, ia mengaku mengapresiasi Tim Penyidik Subdit Tipikor Polda Sulsel yang telah menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan RS Batua yang dapat dinilai sebagai kejahatan kemanusiaan itu.

Di mana dari total tersangka masing-masing inisial dr AN, dr. SR, MA, FM, HS, MW, AS, Ir. MK, AIHS, AEH, Ir. DR, APR dan RP diketahui ada yang berperan sebagai Pengguna Anggaran atau Kuasa Pengguna Anggaran, PPK, PPTK, Pokja, Konsultan Pengawas, rekanan hingga peran broker pekerjaan.

“Apresiasi lebih itu nantinya serta merta akan muncul ketika para tersangkanya juga segera ditahan. Saya kira itu harapan kita semua. Masyarakat Sulsel pada umumnya,” Damkers menandaskan. (Eka)

  • Bagikan