Menu

Mode Gelap
PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M Camat Ujung Pandang Gelar Pertemuan Bersama Ketua RT dan RW

Politik · 4 Nov 2021 11:13 WITA

Zainal Arifin Blak-Blakan Soal Dualisme Kepengurusan Karang Taruna di Sulsel


 Zainal Arifin Blak-Blakan Soal Dualisme Kepengurusan Karang Taruna di Sulsel Perbesar

Mantan Sekertaris Karang Taruna Sulawesi Selatan, Zainal Arifin akhirnya buka suara mengenai dualisme kepengurusan Karang Taruna di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang sampai saat ini berpolemik.

Sebagai Koordinator Strering Committe Temu Karya Karang Taruna (TKKT) Sulsel pada saat itu, Zainal Arifin menyayangkan pernyataan Budhy Setiawan (Waketum PNKT) dan Deden Sirajuddin (Sekjend PNKT) di media Online yang menyebut TKKT yang digelar di Hotel Aryaduta beberapa waktu lalu telah melanggar AD/ART.

Padahal sesuai ART Karang Taruna tentang pembentukan kepengurusan ditingkat kecamatan sampai dengan Nasional juga dilakukan dalam forum pengambilan keputusan tertinggi masing-masing yang disebut Temu Karya Karang Taruna (TKKT) atau Temu Karya Nasional Karang Taruna (TKNKT) untuk tingkat Nasional.

“Seharusnya Budhy dan Deden ini semakin gencar untuk melakukan penataan kelembagaan di PNKT serta mensinkronkan program PNKT dengan Kemensos, jika itu dilakukan jauh lebih bermanfat, bukan lagi turun memecah belah KT Provinsi Sulsel, “tulis Zainal lewat rilis yang diterima Kedai-Berita.com, 3 November 2021.

Baca Juga :  Andi Ina Buka Turnamen Usia Dini Karang Taruna Turatea Cup I

Kemudian terpilihnya Ketua Karang Taruna Sulsel Andi Ina Kartika Sari pada Forum Temu Karya Karang Taruna (TKKT) yang digelar di Hotel Aryaduta Makassar pada tanggal 19-20 Juni 2021 sudah sesuai dengan mekanisme organisasi baik diatur dalam Permensos 25 Tahun 2019 maupun AD/ART KT.

Sehingga dengan dasar inilah maka dilaksanakan TKKT Sulsel yang dihadiri oleh 24 pengurus Karang Taruna Kabupaten/Kota. Hanya saja Pengurus Nasional tidak dapat hadir dalam pelaksanaan TKKT Sulsel pada saat itu, padahal penyampaian pelaksanaan Temu Karya ini sejak 31 Maret 2021

“Ingatlah bung bahwa Karang Taruna ini organisasi sosial bukan untuk diobok-obok seperti partai politik,” cetus Zainal.

Lebih lanjut Zainal mengatakan, bahwa sesuai Permensos 25 Tahun 2019 tentang Keanggotaan dan Kepengurusan Pasal 19 (2) hubungan tata kerja internal Karang Taruna antara pengurus tingkat Desa atau Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Nasional bersifat koordinatif, konsultatif, konsolidatif, komunikatif, dan kolaboratif.

Zainal juga mengatakan, bahwa sesuai Permensos 25 Tahun 2019 tentang Keanggotaan Dan Kepengurusan Pasal 19 (2) hubungan tata kerja internal Karang Taruna antara pengurus tingkat Desa atau Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Nasional bersifat koordinatif, konsultatif, konsolidatif, komunikatif, dan kolaboratif. Maka Karang Taruna secara berjenjang hanya jalur koordinatif.

Baca Juga :  GP Sayangkan YRK Bersekutu Dengan Karang Taruna Jadi-Jadian

Hal ini sangat sesuai dengan Anggaran Dasar KT Pasal 15 tentang Masa Bakti, Pengukuhan dan Pelantikan ayat (2), pengukuhan Pengurus Karang Taruna Desa/Kelurahan dan Pengurus Karang Taruna Kecamatan sampai dengan nasional dilakukan dengan Keputusan Pejabat yang berwenang sesuai dengan lingkup kewenangannya, yakni: Huruf (D) Keputusan Gubernur untuk Pengukuhan Pengurus Karang Taruna Provinsi.

“Kalaupun ada pasal sebelumnya yang menyatakan bahwa Pengurus Karang Taruna Provinsi adalah pelaksana organisasi dalam lingkup wilayah provinsi yang selanjutnya disebut PKTP, yang diangkat dan ditetapkan dalam TKKT Provinsi, disahkan oleh Pengurus Nasional Karang Taruna serta dikukuhkan oleh Gubernur, kata disahkan dimaksudkan dalam pasal ini adalah dilaksanakan pada Forum TKKT, sebagaimana PNKT telah lakukan saat Temu Karya KT Banten sebelum PNKT dilantik oleh Mensos pada Bulan Maret 2021,” terang Zainal.

Baca Juga :  Andi Ina Buka Turnamen Usia Dini Karang Taruna Turatea Cup I

“Oleh karena itulah saudara Budi dan Deden kuburlah dendam itu dan sebaiknya memberikan pencerahan dan lebih intens mensosialisasikan AD / ART KT secara menyeluruh bukan menggiring organisasi untuk menjadi tidak solid. Tanamkanlah jiwa Kesetiakawanan sosial itu kepada seluruh Warga Karang Taruna. Saudara berdua adalah pilihan maka jagalah Marwah Karang Taruna dengan baik pula,”harap Zainal.

Selain itu, Zainal mengatakan tidak ada lagi alasan untuk melaksanakan kembali Temu Karya KT Sulsel, karena 24 pengurus Kabupaten/Kota tetap solid menerima semua hasil TKKT Aryaduta Makassar. Kemudian Pembina Umum dan Pembina Fungsional sangat menyambut baik Ketua Terpilih Andi Ina Kartika Sari.

“Mari kita tetap jaga Marwah Karang Taruna sebagai organisasi sosial, karena kesetiakawanan adalah wujud soliditas Karang Taruna di Sulsel. Buat mereka yang mau berpolitik sebaiknya di Partai Politik maki dan bukan di KT tempatnya,” tutup Zainal. (Thamrin)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

Baca Lainnya

NasDem Sulsel Buka Pendaftaran Bacaleg Mulai Hari Ini

23 Juni 2022 - 15:02 WITA

RMS Isyaratkan Nama Capres, Siapa Saja Mereka?

16 Juni 2022 - 22:19 WITA

Rombongan Sulsel Curi Perhatian di Rakernas NasDem

15 Juni 2022 - 20:30 WITA

Bappilu DPP Nasdem Beri Bantuan Mobil untuk DPW Sulsel

15 Juni 2022 - 19:54 WITA

Rudianto Lallo Hadiri Pelantikan Pengurus Demokrat Sulsel

28 Mei 2022 - 16:44 WITA

PUKAT Nilai Wali Kota Makassar Tak Paham Hirarki Hukum

16 Maret 2022 - 10:17 WITA

Trending di News
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com