2016:Utang Kakek 600ribu, 2021 Jadi 40juta.Kini Bersoal di Polsek Bissappu

  • Bagikan

Permasalahan utang Kakek(Nene) Jumalang(Alm) bila tidak diselesaikan dengan kepala dingin boleh jadi sesama anak dan cucu akan berhadapan di meja hijau.

Sebagaimana telah diberitakan media ini tentang penjelasan Kada:salah satu anak mantu Jumalang, soal hal ihwal utang piutang Jumalang.kepada ibu Ria..

Diketahui, Jumalang meminjam uang Rp300ribu, kembali Rp600ribu dengan jaminan rumah yang dihuni Jumalang dengan anaknya.

Pas, jatuh tempo, tidak ada uangnya mertua, saya pun tidak ada uang, beruntung waktu itu ada salah satu cucu Jumalang, bernama Arifin yang membantu . Apalagi waktu itu Arifin sudah punya penghasilan tetap. Sehingga saya bilang sama Arifin tolong selamatkan Jumalang, karena kalau kita bantu Jumalang, selamat juga rumah saya.
Kejadian itu, tepatnya tahun berapa saya lupa tetapi kira-kira awal 90-an.

Ceritera Kada tentang pelunasan utang Kakek(Nene) Jumalang, dibenarkan oleh M Arifin Daeng Nai. Dan kejadiannya menurut Arifin pada tahun 1996.

Namun belakangan Arifin melalui pesan WhatsApp Sabtu(23/10/2021) meralat bukan tahun 1996 tetapi 2016. Bukan hanya itu, Arifin juga cukup panjang menulis, berikut ini pesan tertulinya,
“Cmn tdk diliput apa kata2x kada ke sy smpe sy mau bayar itu utang nenek 600 ribu ato 1 ton kapuk, krn andaix dia blng utang nenek sy tdk mgk mau bayar sprt yg sy blng ke pak said saat itu, tp kan kada blng bayarmi itu utangx nenekmu krn lbh bagus km yg kuasai itu tanah dr pd org lain, dan kada jg tdk prnh blng klo itu tanah kepunyaanx krn andai dia blng sprt itu sy tdk mgk mau bayar krn nilai uang 600 rb tahun 2016 itu tdk sedikit pak
: Ralat tahun 1996 🙏🙏🙏
Dan klo pun itu utang nenek yg sy hx mau bayar bgt sy tdk mgk jg sy mau, klo utang nenek napa sy yg hx cucu bayar?”

“Kan ada anak2x trmsk dg. Kada kan menantu brrt sm mi itu anakx brrt yg hrs bayar dulu adalah anak2x,” tegas Arifin

“Klo pun hrs dibayarkan napa kt tdk lkkn secara bersama2?
Ada anak dan cucu2x yg bisa bekerja sm menyelesaikanx tp ini sy yg slsaikan sendiri kasian dan sy mau krn dg. Kada yg blng sprt itu di atas,” tulis Arifirn.

“Walo belakangan baru dia sangkal semua, tp okelh pak said toh nnt ktx kt akan dipertemukanji lg di polsek,” imbuhnya.

Lanjut tulis Arifin, “Sy setuju dgn pernyataan pak said klo ada sesuatu mstx diselesaikan dan klo perlu ada perjanjian tertulis tp sprt yg sy blng itu hari, sy tdk sangka klo dg. Kada mau menyangkal smua kata2x pdhl dia sdh prnh bilang urusmi itu aktex tanahmu dan nama mi atas nama mu. Mkx ada PBB yg dia uruskan sendiri atas namaku.”

M Arifin Daeng Nai yang dikonfirmasi via WhatsApp Minggu(24/10/2021) Tentang pembayaran utang nene 2016, lalu tahun berapa ibu Ria pinjamkan uang ke Jumalang, Arifin mengatakan,
“Nenek pinjam uang di ibu Ria 1995.”

Ketika diminta ketegasan soal, Akte tanah yang dimaksud adalah akta atas lokasi yang di lorong Bajiminasa samping rumahnya Kada ?
Jawab Arifin, “Bukan akte pak tape BBM yg di tmpti haji sanusi skrg Mksdx PBB yg atas nama tahun 2001”

Terpisah, Kada yang dikonfirmasi soal kapan sesungguhnya Arifin bayar utang Jumalang, melalui telpon Minggu(24/10/2021) mengatakan, “Soal waktu Arifin membantu membayar utang nenenya, seperti yang perna saya sampaikan bahwa persis tahun berapa saya sudah tidak ingat lagi, tetapi yang saya ingat kejadiannya awal 90-an.”

“Begini kejadiannya, Ria tantenya M Arifin Daeng Nai  datang mengamuk di rumah Jumalang agar.  bayar utang, dan bila tidak bayar utang maka Jumalang harus angkat kaki dari rumah tersebut. Saat itulah baru saya tau bahwa ternyata Jumalang punya utang pada Ria dengan jaminan rumah.
Waktu itu mertua masih tinggal di Jl Poros Bonto Jaya bersama anaknya Hasmina,” ungkap Kada.

“Waktu itu ada tiga orang yang datang yakni Arifin, mertuanya Ria yang bernama Daeng Surga dan Ria. Tetapi mereka tidak bersamaan datang karena yang duluan datang Ria, kemudian Daeng Surga menyusul Arifin,” urai Kada.

Menjawab pertanyaan wartawan media ini, Kada menegaskan, “Kalau Arifin membayar utang Jumalang tahun 2016, itu saya tidak tau. Karena kejadian Ria marah-marah soal utang itu Jumalang masih hidup, nanti tahun 2008 baru meninggal.”

Lanjut, lelaki yang mengaku dirinya buta huruf ini mengatakan, “Harus diakui bahwa hari itu Arifin yang menyelematkan Nenenya Jumalang sekaligus menyelematkan rumah saya.”

Tercatat pada DHKP Kel Bonto Jaya an H Samma

“Soal kapan Arifin mebayar ke Ria, dan dengan cara apa membayarnya saya tidak tau karena hari kejadian itu, saya tidak lihat uang,” tutup Kada.

Sementara itu wartawan media ini mendapat pesan tertulis yang cukup panjang dari Arifin via WhatsApp Minggu(24/10/2021)
Begini bunyi pesannya, “Tahun 2003 tanahx sy jual ke tt mina sebesar 5 jt walo dia baru bayar 2 jt trus bbrp tahun kemudian tt mina tukaran sm haji sanusi dan dg. Kada disampaikan sm haji sanusi klo mau tukaran dan kt dg. Kada “bagus lg iya aji klo tukaranki sm mina spy baku tetangama lagi sm saudara”

Lanjut Arifin, “Jd intix dg. Kada tdk prnh blng klo itu tanahx trmsk ke tt mina wkt sdh kasi pindah rmhx ke sebelah rmhx dg. Kada yg skrg sekian lamax tt mina tggl di situ dia tdk prnh singgung klo itu tanahx ato milikx nnt nenek jumalang meninggal baru dia blng itu tanahx, ini bisa ditxkn ke tokoh2 masyarakat yg ada di sana bahwa taux mrk smua itu tanahx dg. Jumalang yg ditempati anakx.a”

“Trus klo asni bilang dia yg masak wkt krj rmh itu wajar ji dia lkkn krn yg bangun rmh kan tantexji jg yaitu tt mina yg jls mmg om kada yg bantu bangun rmh trmsk juga yg ratakan tanahx dia tp dia tdk prnh dia blng itu tanahx tp smata2 mau bantu adik iparx,” urai Arifin.

“Jadi andaix itu tanah sy tdk bayar di tahun 96 sdh tdk adami itu tanah yg diributkan skrg walo uang sy pinjamji jg itu pak krn tahun itu uang segitu bx loh pak,” tutup Arifin.
(M.Said Welikin)

 

  • Bagikan