Cerita Miris Oknum PNS di Sulsel, Pangkatnya Ditahan dan Dipelonco

  • Whatsapp

Tak senasib dengan PNS kebanyakan, MS (36), seorang PNS di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) justru bernasib miris.

Ia mengaku pangkatnya tertahan dan seolah menjadi bahan permainan oleh oknum pejabat teras di Pemprov Sulsel.

MS menceritakan, selama 6 tahun tidak pernah mendapat kenaikan pangkat. Bahkan, ketika dirinya mengajukan pengusulan kenaikan pangkat ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sulsel dan BKD Ke BKN dirinya disebut kerap dipersulit oleh dugaan oknum pejabat teras di Badan Kesbangpol Provinsi Sulsel.

“Kesbangpol bersikeras tidak mengusulkan, akhirnya saya yang urus sendiri langsung ke BKD, setelah diusulkan ke BKD, keluar 2C,” kata MS, Sabtu, 25 September 2021.

Tak hanya itu, setelah pengusulan dilakukan, tiba-tiba seorang berinisial Ir yang kabarnya menjabat sebagai kepala bidang di Kesbangpol diduga menelpon salah seorang pejabat eselon 4 di BKD Pemprov Sulsel dan menyebutkan bahwa pihak pengusul tersebut dalam hal ini MS disebut sebagai orang yang bermasalah dan diharapkan tidak diusulkan kenaikan pangkatnya.

“Atas nama Irwan menelpon ke BKD, dia bilang saya orang bermasalah, ada juga orang kepegawaian Kesbangpol mendatangi BKD dan ribut kenapa diusulkan tanpa ada pengusulan dari Kesbangpol,” tutur MS.

Namun, diakui MS sejauh ini pembatalan kenaikan pangkat 2C-nya secara adminstrasi di BKD Pemprov Sulsel belum terbit.

“BKD membatalkan, tapi tidak ada pembatalan ke BKN secara administrasi dan sampai hari ini BKN masih anggap saya 2C dan belum ada pembatalan dengan bukti yang ada,” ucap MS.

Dari polemik tersebut, MS mengaku dirinya juga pernah diisukan malas masuk kantor dan memiliki masalah di Kesbangpol.

Hingga isu tersebut sampai ke telinga kakak Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Andi Sumardi Sulaiman yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Bapenda Pemprov.

“Akhirnya munculah info di mana-mana sampai ke kakak kandung Plt Gubernur, saya malas dan lain lain, Jika saya malas otomatis TPP (Tunjangan Penghasilan Pegawai) saya tidak terbayar,” ungkap MS.

Tak tahan dengan perlakuan oknum-oknum di tubuh Kesbangpol Pemprov Sulsel itu, akhirnya MS mengajukan pengunduran diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditujukan ke Biro Umum dan BKD.

“Pada akhirnya saya buat pengunduran diri jadi PNS, surat pengunduran diri saya sekarang ada di Kesbangpol dan sampai detik ini tidak ada balasan konfirmasi kesaya,” cetus MS.

“Setelah saya masukan surat pengunduran diri, saya sudah malas masuk kantor seakan – akan ada permainan dari pihak tertentu di Kesbangpol dan BKD,” MS menambahkan.

Namun tiba-tiba, kata MS Kepala Badan Kesbangpol Pemprov Sulsel, Doktor Asriady Sulaiman langsung mengambil sikap tanpa ada konfirmasi lebih dulu. Ia disebut langsung mengeluarkan surat teguran yang ditanda tangani Kepala Kesbangpol.

“Di bulan Agustus 2021 tak ada kabar langsung keluar surat teguran yang ditandatangani Kepala Badan Kesbangpol. Saya diusulkan dengan bahasa bisa dipecat terhormat dengan tidak terhormat,” kata MS.

MS menjelaskan, awalnya dirinya pernah diperiksa khusus (Pensus) Inspektorat Sulsel atas tuduhan malas masuk kantor. Namun, hasil pemeriksaan Inspektorat tersebut hanya memberikan hukuman ringan dengan pasal PP 53 tahun 2010.

“Saya diperiksa khusus oleh Inspektorat Sulsel selama 5 hari dan dari pemeriksaan hanya surat teguran hukuman ringan,” jelas MS.

MS juga tak menampik jika dirinya juga pernah dipanggil menghadap oleh Sekretaris Kesbangpol Pemprov Sulsel, Drs. Askari. Di kesempatan itu, Askari menanyakan kepada Ms tentang surat pengunduran dirinya dan masalah tersebut akan dilapor ke pihak tertentu agar bisa menjadi terang benderang.

“Saya pernah dipanggil Sekretaris Kesbangpol tentang pengunduran diri, tapi saya katakan saya akan usut ini masalah kenapa saya di persulit seperti ini. Kenaikan pangkat ditunda dan banyaknya isu beredar saya malas masuk kantor. Mendingan hilang pekerjaan PNS dari pada saya diperbodoh atau dipermainkan karna saya punya harga diri,” ucap MS.

Dalam waktu dekat, MS melalui Kuasa Hukumnya akan melayangkan surat ke pihak-pihak terkait agar nantinya kasus yang dialaminya tersebut bisa mendapat perhatian dari lembaga-lembaga tertentu.

“Dalam waktu dekat kami akan bersurat ke pihak-pihak terkait hingga tingkat nasional agar kasus ini bisa diatensi dan mendapat perhatian,” tutur MS.

Kuasa Hukum MS, Ivan mengaku menyayangkan sikap yang dilakukan oleh pihak Kesbagpol Sulsel kepada kliennya. Menurutnya hal tersebut sangat merugikan kliennya.

“Kepala kesbangpol sebagai pimpinan harusya memangil yang bersangkutan untuk menanyakan alasan bawahanya itu tidak berkantor selama 3 bulan supaya bisa lebih objektif melihat permasalahan yg terjadi sebelum ada surat teguran secara tertulis,” terang Ivan.

Ia juga menyebutkan dalam waktu dekat ini, pihaknya turut melayangkan surat keberatan kepada pihak Kesbangpol Sulsel atas sikap pemberian teguran kepada kliennya itu.

“dalam dekat ini kami juga akan memasukan surat keberatan ke Kesbangpol atas diberikanya teguran kepada klien kami. Selain itu, kita akan menyurat dan buat laporan ke lembaga-lembaga tertentu seperti BKN, Ombudsman, mendagri serta menpan,” Ivan menandaskan. (Eka/Said)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *