Akhirnya Berkas Perkara Kasus Penculikan Driver Online Dilimpahkan ke Jaksa

  • Whatsapp

Berkas perkara penculikan seorang driver online yang disekap di hutan Gorontalo telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Makassar.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando membenarkan bahwa berkas perkara ketujuh tersangka sudah dikirim ke Jaksa untuk diteliti.

“Berkas perkara sudah dikirim ke Jaksa untuk diteliti. Kalau sudah P21 maka tersangka dan barang bukti akan diserahkan,”kata AKP Lando saag dikonfirmasi via pesan singkat, Senin (20/9/2021).

Sebelumnya Tim Reskrim Polrestabes Makassar menangkap 7 (tujuh) orang terduga pelaku dalam kasus penculikan dan penyekapan seorang driver online berinisial AR yang dibuang di hutan Gorontalo.

Masing-masing bernama Aziz alias Cici (53), Abdul alias Nikko (41), Harun (48). Kemudian, Mahadita Prionggoro alias Adit (37), Mahendra Adi Saputra (29), Abu Darda Deot (41) dan seorang wanita bernama Nikita Apriani (30).

Ketujuh orang terduga pelaku itu diamankan polisi dilokasi berbeda, dua orang di Jakarta, satu orang di Bogor, satu orang di Bandung, dan tiga orang diamankan di Gowa dan Makassar.

Tak hanya mengamankan pelaku, Tim Reskrim Polrestabes Makassar juga mengamankan barang bukti berupa 2 handphone, badik yang digunakan mengancam korban, serta mobil dalam keadaan rusak berat.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman mengungkapkan motif penculikan disertai kekerasan ini dipicu persoalan asmara.

“Tersangka NA berhubungan asmara dengan korban kurang lebih satu tahun, korban merupakan salah satu driver online di Kota Makassar,” ujarnya saat menggelar press rilis, 30 Agustus 2021.

Namun, hubungan keduanya kandas di tengah jalan karena terjadi cekcok antara istri AR dengan pelaku NA.

“Terjadi cekcok antara istri korban dengan tersangka NA. NA merasa sakit hati lalu meminta dan merekrut beberapa temannya di Jakarta dan di Makassar, selanjutnya terjadilah skenario penculikan disertai kekerasan,” jelas Jamal.

Dalam kasus ini, tersangka NA memberikan upah bervariasi kepada para pelaku untuk menculik korban AR. Pelaku di Jakarta sebanyak Rp 30 juta dan eksekutor di Makassar sebanyak Rp 40 juta.

“Atas perbuarannya, tersangka dikenakan Pasal 365 dan Pasal 33 ayat 1 undang-undang Hukum Pidana (KUHP), serta Pasal 55, 56 KUHP, “terang Jamal. (Thamrin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *