Menu

Mode Gelap
KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel? PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M

Hukum & Kriminal · 26 Agu 2021 22:38 WITA

Kepala Cabang Pegadaian Parangtambung Jadi Tersangka Korupsi


 Kepala Cabang Pegadaian Parangtambung Jadi Tersangka Korupsi Perbesar

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel menetapkan Kepala Pegadaian Cabang Parangtambung, Makassar, inisial SM sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit.

Kombes Pol Widoni Fedri, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sulsel membenarkan hal tersebut. Kata dia, selain menetapkan Kepala Pegadaian Cabang Parangtambung, Makassar inisial SM sebagai tersangka, penyidik turut menjerat dua orang pegawai Pegadaian Cabang Parangtambung, Makassar masing-masing inisial UA yang berperan sebagai penaksir dan inisial H sebagai sales (pemasaran).

“Serta ada juga dua orang dari pihak swasta masing-masing S dan Y. Jadi total tersangka ada 5 orang,” kata Widoni dalam konferensi persnya di Aula Tipikor Mapolda Sulsel, Kamis (26/8/2021).

Baca Juga :  ACC Sulawesi Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp 10 M di Takalar

Kelima tersangka, lanjut dia, bertanggungjawab dalam terjadinya kerugian negara senilai Rp4,3 miliar lebih sebagaimana hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Modusnya itu terjadi pencairan kredit tanpa melalui proses verifikasi yang benar. Nasabah mengajukan kredit dengan jaminan mobil tapi Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKP) kendaraan tersebut boleh dibilang fiktif alias diduga palsu dan itu sementara diproses juga di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum),” ungkap Widoni.

Ia mengakui, bahwa kasus ini bermula dari penanganan Dit Reskrimum Polda Sulsel. Namun dalam perjalanannya ditemui ada unsur kerugian negara sehingga penanganan kasus ini dikoordinasikan ke Dit Reskrimsus Polda Sulsel.

“Kemudian kita selidiki dan betul terjadi kerugian negara. Karena kredit itu macet dan agunannya tak bisa dilelang karena tak dilengkapi dokumen yang benar dan tentunya pegadaian sebagai usaha milik negara merugi,” tutur Widoni.

Baca Juga :  Pakar Hukum: Kasus Korupsi Saleh Rahim, Hakim Diminta Tagih Jaksa

Atas perbuatannya, kelima tersangka diancam pidana Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Para tersangka belum kami tahan karena pertimbangan yang bersangkutan masih proaktif dan tidak mencoba melarikan diri atau mengaburkan barang bukti,” Widoni menandaskan. (Eka)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Kasus Penembakan Brigadir J, Begini Peran Irjen Pol Ferdy Sambo

10 Agustus 2022 - 23:53 WITA

1,87 Gram Diduga Sabu Diamankan Polda Sulsel

9 Agustus 2022 - 14:19 WITA

ACC Desak APH Usut Bau Korupsi Pembebasan Lahan Bendungan Paselloreng

9 Agustus 2022 - 14:15 WITA

Polisi Serahkan Tersangka dan BB Tipikor Alkes RS Fatimah Sulsel ke Jaksa

9 Agustus 2022 - 11:33 WITA

Perempuan Korban Kekerasan di Kabupaten Wajo Sambangi Polres dan UPTD PPA

2 Agustus 2022 - 17:32 WITA

Mantan Bupati Tanah Bumbu Dua Periode Resmi Pakai Rompi Orange

29 Juli 2022 - 16:19 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com