AJI Jayapura Kecam Kekerasan Pers di Tanah Papua

  • Whatsapp

Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) mengecam aksi teror berupa intimidasi yang dialami seorang wartawan senior pimpinan Tabliod Jubi di Jayapura, Papua.

Pernyataan sikap itu diserukan Ketua AJI Jayapura Lucky Ireeuw lantaran aksi intimidasi dan terror terhadap insan pers kembali terjadi di Tanah Papua.

Ia meminta penegak hukum dalam hal ini Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri untuk mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelakunya. Sebab aktivitas pers yang dilakukan Tabloid Jubi dilindungi Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Didalamnya telah diatur jika ada pihak yang keberatan dengan pemberitaan bisa menyampaikan “Hak Jawab” dan jika belum puas bisa dilanjutkan dengan mengadukan kepada Dewan Pers.

“Kami Mengecam teror dan intimidasi yang dilakukan terhadap Victor Mambor, Pimpinan Tabloid Jubi dan meminta siapapun yang melakukannya untuk segera menghentikannya,”ucap Lucky Ireeuw lewat rilisnya.

  Dandim 1207: Karya Bakti TNI Wujud Kehadiran Kami Untuk Masyarakat

Tak hanya itu AJI Jayapura menegaskan jurnalis harus dilindungi dalam melaksanakan tugas peliputan di Papua demi mencari kebenaran yang hakiki bagi masyarakat, meskipun mendatangkan kebencian dari pihak tertentu.

“Kami mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugasnya wartawan dilindungi oleh undang-undang. Pasal 8 UU Pers No. 40 tahun 1999 menyatakan, “Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum,”terangnya.

Kendati AJI Jayapura berharap kejadian yang menimpa Victor Mambor tidak terulang lagi bagi jurnalis lain di Papua dan Papua Barat pada masa mendatang.

“Dalam prinsip menghormati kebebebasan pers, sekali lagi kami ingatkan, jika ada pihak yang merasa tidak puas atau merasa dirugikan akibat pemberitaan hendaknya menggunakan hak jawab dan koreksi sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 poin 11 Undang-Undang No 40 tahun 1999 yang berbunyi, “Hak jawab adalah hak seseorang atau kelompok untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berita fakta yang merugikan nama baiknya”,”tandas Lucky Ireeuw.

  Polisi Gagalkan Upaya Penyelundupan 12 Dos Bahan Peledak

Kemudian berdasarkan data kronologis kejadian, mobil Isuzu DMax (Double Cabin) milik Victor Mambor yang diparkir ditepi jalan samping rumahnya didapati telah dirusak oleh orang pada Rabu (21/4/2021). Pengrusakan itu diperkirakan terjadi pada dini hari antara pukul 00.00 hingga pukul 02.00 WIT.

Kerusakan terjadi pada kaca depan mobil (diduga dipukul dengan benda tumpul hingga retak) dan kaca mobil sebelah kiri (kaca depan dan belakang) yang dipukul yang diduga dengan benda tajam hingga hancur. Selain itu pintu depan dan belakang sebelah kiri dicoret-coret dengan cat pilox berwarna orange.

Tindakan teror dan intimidasi ini jelas bentuk kekerasan terhadap jurnalis dan mengancam kebebasan pers di Papua dan secara luas di Indonesia. Sehingga diduga kuat, teror yang dialami Victor terkait pemberitaan Tabloid Jubi yang tidak disukai pihak tertentu.

  Penerimaan Anggota Baru Damkar Dibatalkan

“Ini merupakan rentetan dari sejumlah serangan terhadap Victor maupun Tabloid Jubi yang terjadi sebelumnya, yakni serangan melalui digital, doxing, dan penyebaran flayer di media sosial yang kontennya menyudutkan Tabloid Jubi maupun Victor Mambor, mengadu domba, dan tuduhan untuk mengkriminalkan media maupun pribadi Victor,” ungkap Koordinator Advokasi AJI Jayapura, Fabio Costa. (*)

Pos terkait