5 Pegawai Bank Sulselbar Diperiksa Terkait Dugaan TPPU

  • Whatsapp

Tim Penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) memeriksa maraton 5 orang pegawai Bank Sulselbar terkait dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang di lingkup Bank Sulselbar Cabang Kabupaten Bulukumba.

“Ada 5 orang saksi dipanggil cuma 4 orang yang penuhi panggilan. Seorang diantaranya mangkir,” kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Idil via telepon, Senin (5/4/2021).

Ia mengatakan dari total 5 orang saksi yang dipanggil oleh tim penyidik hari ini, 3 orang diantaranya merupakan pegawai di Bank Sulselbar Cabang Kabupaten Bulukumba, seorang lagi diketahui sebagai auditor intern di Kantor Pusat Bank Sulselbar.

“Serta seorang lagi yang mangkir dari panggilan yakni inisial MIRR. MIRR ini berperan sebagai account officer di Bank Sulselbar Cabang Bulukumba,” jelas Idil.

Ia berharap pada pemanggilan pemeriksaan berikutnya, account officer, inisial MIRR bisa memenuhi panggilan. Jika dalam pemanggilan kedua, yang bersangkutan kembali mangkir, maka tim penyidik akan melakukan upaya paksa.

“Kita harap semua pihak-pihak yang diberikan panggilan di tahap penyidikan ini, bisa bertindak proaktif,” harap Idil.

Kasus Resmi Naik Penyidikan

Kejati Sulsel resmi meningkatkan status penanganan kasus dugaan korupsi dan dugaan pencucian uang di lingkup Bank Sulselbar Cabang Kabupaten Bulukumba ke tahap penyidikan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Idil mengatakan dugaan korupsi dan pencucian uang tersebut, terjadi dalam kegiatan pemberian kredit usaha mandiri dan kredit usaha lainnya oleh Bank Sulselbar Cabang Kabupaten Bulukumba pada tahun 2016 hingga 2021.

“Diduga kegiatan pemberian kredit tersebut fiktif,” kata Idil via telepon, Kamis 1 April 2021.

Bidang Pidsus, kata dia, resmi meningkatkan status kasusnya ke tahap penyidikan setelah melalui proses gelar perkara dan sebulan lebih penyelidikan.

“Penyidik menemukan peristiwa pidana dan alat bukti permulaan yang cukup untuk kemudian meningkatkan kasusnya ke tahap penyidikan,” terang Idil.

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang di lingkup Bank Sulselbar Cabang Bulukumba tersebut, merupakan hasil kerjasama antara Kejati Sulsel dengan pihak Bank Sulselbar dari sisi penegakan hukum demi mewujudkan pelayanan prima yang berkualitas dan terpercaya oleh Bank Sulselbar selaku bank milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel).

Dari hasil penyelidikan melalui permintaan keterangan terhadap saksi fakta peristiwa dan kajian terhadap dokumen-dokumen kredit yang sudah diperoleh, tim kemudian menemukan bukti permulaan yang cukup adanya peristiwa dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait dengan pemberian kredit usaha mandiri dan kredit usaha lainnya secara fiktif oleh Bank Sulselbar Cabang Utama Kabupaten Bulukumba dari tahun 2016 hingga tahun 2021 dengan estimasi nilai kredit keseluruhan sebesar Rp25.000.000.000.

“Tim akan segera memaksimalkan kembali penyidikan dan sekaligus berkoordinasi dengan BPKP Sulsel untuk perhitungan kerugian negara. Setelah itu kita akan menetapkan tersangka,” Idil menandaskan. (Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *