Polda Sulsel Didesak Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Perekrutan TPM P3-TGAI Balai Pompengan Jeneberang

  • Whatsapp

Lembaga Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) mendesak Polda Sulsel segera menuntaskan penyelidikan dugaan korupsi proyek perekrutan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di lingkup Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun anggaran 2020.

“Kita harap tidak berlama-lama di penyelidikan. Jika memang ditemukan unsur perbuatan melawan hukum dan telah memenuhi cukup bukti seharusnya segera ditingkatkan ke tahap penyidikan,” kata Direktur Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) Kadir Wokanubun via telepon, Senin (11/1/2021).

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel dikabarkan tengah mengusut adanya bau korupsi pada proyek perekrutan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di lingkup Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun anggaran 2020.

Kasubdit III Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulsel, Kompol Rosyid Hartanto membenarkan hal tersebut. Kata dia, awal penyelidikan terhadap adanya bau korupsi pada proyek perekrutan TPM P3-TGAI di lingkup Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang itu, berdasarkan pengaduan masyarakat yang masuk ke pihaknya.

Saat ini, pihaknya sementara dalam tahapan melayangkan pemanggilan klarifikasi kepada semua pihak yang diketahui terlibat dalam pelaksanaan proyek perekrutan tenaga pendamping masyarakat (TPM) yang menggunakan anggaran tahun 2020 tersebut. Diantaranya melayangkan pemanggilan klarifikasi kepada Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan inisial IL hari ini.

“Iya kita baru pemanggilan klarifikasi,” kata Rosyid via telepon, Kamis 10 Desember 2020.

Ia berharap semua pihak bisa bersabar menanti proses yang sedang berjalan. Dimana selain tim baru sebatas melayangkan panggilan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait, juga sedang berupaya mengumpulkan sejumlah dokumen terkait pelaksanaan kegiatan yang dimaksud.

“Kita ini masih klarifikasi dokumen dan pengumpulan bahan keterangan,” terang Rosyid.

Ia berjanji nantinya akan merilis hasil proses penyelidikan jika rampung.

“Jadi kita belum bisa beritahu seperti apa modusnya. Demikian juga anggarannya kita belum tahu karena masih tahap klarifikasi,” jelas Rosyid.

Dari data yang dihimpun, pada pelaksanaan kegiatan rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di lingkup BBWS Pompengan Jeneberang Sulsel tahun anggaran 2020, diduga terjadi perbuatan kolusi dan nepotisme.

Dimana pada kegiatan rekrutmen yang dimulai sejak tanggal 18 Februari dan ditutup pada tanggal 27 Februari 2020 itu, panitia diduga meloloskan sejumlah peserta dari total 205 orang yang diterima sebagai tenaga pendamping masyarakat pada 390 titik lokasi yang tersebar di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan meski diduga tidak memenuhi syarat-syarat kualifikasi yang berlaku. (Anca/Eka).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *