Tuntutan Rendah Jaksa di Perkara yang Jerat Oknum Pengusaha SPBU Parepare buat Korban Meradang

  • Whatsapp

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare menuntut terdakwa perkara pidana dugaan penyerobotan lahan disertai dengan perusakan, Haji Aco dengan hukuman pidana 5 bulan penjara dengan masa percobaan 10 bulan.

“Bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan menurut hukum telah melakukan perbuatan pidana perusakan terhadap aset milik korbannya, Haji Mukti. sehingga kami menuntut terdakwa 5 bulan penjara dengan masa percobaan 10 bulan,” ucap Mustarso membacakan tuntutannya pada sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Parepare, Kamis 22 Oktober 2020.

Bacaan Lainnya

Tuntutan yang dibacakan oleh JPU Kejari Parepare itu pun mengundang kekesalan dari para korban dalam perkara tersebut, Haji Mukti.

“Tuntutan tersebut sangatlah tidak adil. Saya berharap agar Majelis Hakim menjatuhkan putusan yang seberat-beratnya agar terdakwa merasakan efek jera atas perbuatannya. Tuhan itu tidak buta dan akan memberikan keadilan yang seadil-adilnya,” kata korban, Haji Mukti kepada wartawan.

Ia menyayangkan tuntutan JPU kepada Haji Aco yang diketahui sebagai seorang pengusaha SPBU di Kota Parepare tersebut yang dinilai tidak setimpal dengan kejadian yang sebenarnya.

“Saya berusaha mencari keadilan selama 3 tahun tapi nyatanya tidak mendapat keadilan. Saya sakit hati sekali,” ungkap Haji Mukti sembari mengangkat kedua tangannya mengucapkan doa kepada Tuhan agar mendapatkan keadilan yang sebenarnya.

Tak hanya korban, Haji Mukti yang menyesalkan tuntutan rendah JPU dalam perkara pidana dugaan penyerobotan lahan disertai perusakan tersebut, terdakwa melalui Penasehat Hukumnya pun tampak tak terima dengan tuntutan JPU yang dibacakan secara virtual tersebut.

“Terdakwa tidak bersalah dan kami memohon agar dia dibebaskan dari segala tuntutan karena perbuatannya murni perdata,” ucap terdakwa, Haji Aco melalui Penasehat Hukumnya dalam upaya pembelaannya (pledoi) yang dibacakan secara lisan pada sidang perkara kliennya yang digelar secara virtual.

Menanggapi pembelaan terdakwa itu, JPU Kejari Parepare langsung memberikan jawaban yang pada intinya tetap pada tuntutannya.

“Kami tetap pada tuntutan yang mulia,” singkat JPU Kejari Parepare, Mustarso.

Usai mendengarkan pledoi terdakwa sekaligus jawaban singkat JPU dalam perkara tersebut, Majelis Hakim yang diketuai oleh Krisfian Fatahillah lalu mengakhiri jalannya persidangan dengan mengetok palu setelah menyatakan sidang selanjutnya dengan agenda pembacaan putusan akan dilaksanakan pada 5 November 2020.

“Sidang ditutup dan akan dibuka kembali pada tanggal 5 November 2020 dengan agenda pembacaan putusan,” kata Krisfian, Ketua Majelis Hakim dalam perkara pidana dugaan penyerobotan lahan disertai dengan perusakan tersebut.

Diketahui dalam perkara pidana dugaan penyerobotan lahan disertai dugaan perusakan aset milik korban, Haji Mukti tersebut, telah mendudukkan seorang pengusaha SPBU di Kota Parepare, Haji Aco sebagai terdakwa.

Dalam dakwaan JPU sebelumnya, Haji Aco yang tak lain merupakan anak kandung dari korban sendiri itu, didakwa dengan pasal 406 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan Jo pasal 167 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 bulan. (Eka)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *