Menu

Mode Gelap
Demonstran Blokade Jalan Urip Hingga Macet Total KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel? PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam

Hukum & Kriminal · 9 Sep 2020 11:36 WITA

Penyidikan Dugaan Korupsi Peraga Imtaq Gowa Mandek, Sorot Indonesia: Penegak Hukum Tidak Jujur


 Direktur Sorot Indonesia, DR. Amir Made Amin SH. MH Perbesar

Direktur Sorot Indonesia, DR. Amir Made Amin SH. MH

Lembaga Sorot Indonesia menyoroti lamanya penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga iman dan taqwa (imtaq) di Kabupaten Gowa.

Kasus peraga imtaq ini diketahui penanganannya sudah lama ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh penyidik tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel namun belum ada penetapan tersangka.

“Inilah bukti bahwa penegak hukum di Sulsel tak komitmen menyelesaikan kasus korupsi,” kata Direktur Sorot Indonesia, Amir Made Amin dimintai tanggapannya, Rabu (9/9/2020).

Penyidik, lanjut dia, telah mengecewakan masyarakat Sulsel. Dimana sebagai penyidik mereka telah disumpah namun melanggar sumpahnya tersebut.

“Sehingga sebaiknya mereka sadar sendiri untuk berhenti jadi penyidik,” ucap Amir.

Belum adanya penetapan tersangka dalam penyidikan kasus peraga intaq yang telah memakan waktu lama, kata Amir, bisa diartikan bahwa penegak hukum tidak jujur.

Mereka, lanjut dia, sudah menangani banyak kasus, akan tetapi tidak menuntaskannya karena tidak jujur. Salah satunya kasus dugaan korupsi pengadaan peraga imtaq di Gowa tersebut.

“Sudah banyak harusnya sudah jadi tersangka tapi ditunda-tunda karena ada anasir- anasir lain yang harusnya mereka abaikan karena hukum harus murni dari pengaruh luar,” ungkap Amir.

Lebih jauh ia menilai para penegak hukum di Sulsel sangat tidak tegas dalam melakukan penindakan korupsi. Mereka, lanjut Amir, sangat loyo sebagai akibat pemimpinnya yang menurutnya juga tidak tegas.

“Sehingga anak buahnya ikut-ikutan loyo. Akibatnya korupsi jalan ditempat,” ujar Amir.

Menyikapi secara tegas penyidikan dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq di Kabupaten Gowa yang prosesnya berlarut-larut bahkan hingga saat ini belum juga menetapkan tersangkanya, kata Amir, sudah sangat tepat jika kasus tersebut sebaiknya diambil alih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Meski disisi lain saya juga kuatir dengan sikap lembaga anti rasuah yang juga sudah ikut-ikutan loyo seperti penegak hukum lainnya,” Amir menandaskan.

Sebelumnya, lembaga pegiat anti korupsi lainnya yakni Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) sempat menantang nyali Polda Sulsel untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga iman dan taqwa (imtaq) pada Dinas Pendidikan (Disdik), Kabupaten Gowa tahun anggaran 2018 itu.

Baca Juga :  Desakan Aktifis agar Kejati Lanjutkan Penyidikan Korupsi Lahan Underpass

Direktur Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) Kadir Wokanubun menilai nyali Polda Sulsel seakan menghilang dalam menuntaskan penyidikan kasus tersebut.

Ia berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menyupervisi penyidikan kasus tersebut agar segera berjalan profesional.

“Sebaiknya diambil alih saja penyidikannya. Kami sudah menilai penyidikannya sudah tidak profesional. Hingga saat ini belum ada juga tersangka. Kan aneh padahal sudah lama naik ke penyidikan,” terang Kadir.

Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM) Sulsel juga turut berjanji akan kembali berunjuk rasa ke Markas Polda Sulsel dalam rangka mengawal penuntasan kasus yang ditaksir telah merugikan negara miliaran rupiah tersebut.

“Kami pastikan akan terus mengawal kasus ini hingga menemukan kepastian hukum. Kan agak aneh juga sudah lama naik ke penyidikan tapi belum ada penetapan tersangka,” terang Akbar, Koordinator PPM Sulsel itu.

Ia juga berharap Bareskrim lakukan evaluasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq yang telah menghabiskan waktu setahun lebih namun belum juga ada penetapan tersangka ini.

“14 Mei 2019 itu penyidik menggeledah sejumlah ruangan di Kantor Disdik Kabupaten Gowa bahkan sampai Rujab Bupati pun turut digeledah. Ini heboh loh sampai nasional. Tapi kok perkembangan penyidikan malah tak jelas. Seharusnya kan kasus ini sudah ada tersangka dan berkasnya sudah diteliti oleh Jaksa,” ungkap Akbar.

Kasubdit 3 Tipidkor Polda Sulsel, Kompol Rosyid Hartanto mengaku belum bisa menentukan tersangka dalam dua kasus tersebut lantaran masih perlu bukti-bukti dan keterangan mendalam lagi. Meskipun status hukumnya sudah lama naik ke tahap penyidikan.

Dia merincikan, untuk kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq tahun anggaran 2018 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, pihaknya masih menunggu hasil audit lanjutan dari BPKP Sulsel.

Baca Juga :  UKIP Harap Polda Sulsel Atensi Penyelidikan Kasus UU ITE yang Jerat Oknum Alumni

“Karena kita baru memberikan bukti-bukti baru untuk diteliti mereka lagi. Kemarin memang sudah ada hasil audit sementara, cuman anggaran Imtaq itu masih dihitung lagi sama BPKP Sulsel, jadi belum final (perhitungan). Kita kasih bukti lagi untuk diteliti,” kata Rosyid sebelumnya.

Terakhir di era Kepala Subdit III Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulsel yang saat itu dijabat oleh Kompol Yudha Wiradjati menjelaskan posisi terakhir penanganan kasusnya sebelum keburu pindah tugas menjabat sebagai Kapolres Toraja Utara.

Penyidikan kasus tersebut, kata dia, sedikit lagi rampung dan segera mengumumkan tersangkanya.

“Nanti saat penetapan, baru kami sampaikan namanya,” kata Yudha saat itu, Kamis 29 November 2019.

Ia mengatakan penyidik masih sementara fokus menunggu hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel. Jika audit tersebut sudah terbit, lanjut dia, penetapan tersangka akan segera dilakukan.

“Jadi tak ada kendala. Tinggal perhitungan kerugian negara aja yang belum keluar,” ungkap Yudha saat itu.

Dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq di Kabupaten Gowa tersebut, tim Penyidik Subdit III Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulsel telah menggeledah sejumlah Kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulsel, Selasa 14 Mei 2019 sekitar pukul 14.00 wita.

Tak hanya kantor SKPD yang berada dalam satu area dengan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, tim penyidik tipikor saat itu juga turut menggeledah ruangan kerja yang berada dalam rumah jabatan (rujab) Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel yang saat itu dijabat oleh Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan adanya penggeledahan tersebut.

Kata dia, penggeledahan merupakan bagian dari proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga imtaq di Kabupaten Gowa tahun anggaran 2018 yang sementara berjalan.

“Lokasi penggeledahan diantaranya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa dan Rujab Bupati Gowa,” kata Dicky saat itu.

Baca Juga :  Apa Kabar Kasus Dugaan Mark Up Paket Sembako Covid-19 Makassar

Dalam penggeledahan tersebut, tim mengamankan sejumlah dokumen-dokumen penting terkait kegiatan pengadaan alat peraga imtaq yang sementara diusut.

“Kasus ini diselidiki sejak bulan Februari 2019 dan statusnya naik ke tahap penyidikan pada bulan Mei 2019 ini,” terang Dicky saat itu.

Dari hasil penyidikan, beber dia, tim menemukan adanya dugaan mark up anggaran pada kegiatan pengadaan alat peraga imtaq yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa tersebut.

Dimana dari hasil cek tim ke lokasi sumber barang yakni di Yogyakarta, uang yang digunakan untuk belanja barang alat peraga yang dimaksud hanya sebesar Rp 1,5 miliar. Sementara anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan tersebut senilai Rp 5.609.681.992.

Tak hanya itu, kata Dicky, tim juga menemukan terjadinya keterlambatan pengerjaan. Dimana pada bulan Februari 2019 masih terjadi pengiriman barang dari Yogyakarta ke Makassar, sementara berdasarkan berita acara serah terima pengerjaan, progres pekerjaan telah dilaporkan 100 persen tepatnya pada bulan September 2018.

“Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, terungkap juga ada intervensi dari beberapa pihak dalam proses lelang, pelaksanaan hingga pencairan pembayaran,” beber Dicky saat itu.

Pengadaan alat peraga imtaq diperuntukkan untuk 82 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 18 Kecamatan di Kabupaten Gowa.

Kegiatan tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp 5.609.681.992 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2018.

Adapun yang bertindak sebagai penyedia barang dalam kegiatan itu diketahui bernama Rahmawati Bangsawan alias Neno. Dia memenangkan tender menggunakan nama perusahaan yang dipinjam yakni bernama PT. Arsa Putra Mandiri.

“Dalam kasus ini kita terapkan dugaan pelanggaran Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Juncto Pasal 9 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” Dicky menjelaskan saat itu. (Rudi/Eka)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Gakkum Sulawesi Tetapkan Direktur PT BMN Sebagai Tersangka

28 September 2022 - 19:17 WITA

Tahanan Lapas Klas II Maros Kabur, Akademisi Nilai Itu Kelalaian dan Kalapas Harus Dicopot

24 September 2022 - 16:04 WITA

Tahanan Rutan Klas 1 Makassar Kabur, Aktivis Minta Kepala Rutan Dicopot

24 September 2022 - 08:50 WITA

Tahanan Rutan Kelas I Makassar Kabur, Kok Bisa?

24 September 2022 - 01:39 WITA

Buruh Terdakwa Tunggal Korupsi Program Kotaku, Dijerat Pasal 3 dan Divonis 3 Tahun Penjara

23 September 2022 - 10:48 WITA

Dituntut 3,5 Tahun, Ini Pembelaan PH Terdakwa Dugaan Korupsi Program Kotaku

20 September 2022 - 22:22 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com