KPK dan LPSK Diminta Turut Kawal Nyanyian Tersangka Dugaan Korupsi DAK Disdik Sidrap

  • Whatsapp

Lembaga Aliansi Peduli Anti Korupsi Republik Indonesia (APAK RI) turut mendesak Polda Sulsel segera menindaklanjuti kabar adanya nyanyian salah seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sidrap, Ahmad.

Dimana Ahmad dikabarkan oleh sejumlah media bakal membeberkan sejumlah keterlibatan pihak lain dalam kasus yang membelitnya. Diantaranya dugaan keterlibatan Bupati Sidrap dan putranya.

Bacaan Lainnya

“Penyidik Polda Sulsel seharusnya mendalami hal itu. Itu jelas pintu masuk untuk mendalami adanya dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus DAK Sidrap itu,” ucap Ketua DPP APAK RI, Mastan via telepon, Kamis (30/7/2020).

Ia berharap Ahmad yang berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) itu nantinya bersikap terbuka selama proses persidangan berlangsung berhubung perkaranya kabarnya kini telah berstatus (P.21) dan rencananya pelimpahan tahap dua perkaranya ke Kejati Sulsel dilakukan usai perayaan Idul Adha 1441 H.

“Di awal penyidikan, PPK itu harusnya mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (saksi mahkota) dengan harapan kasus yang mendapat perhatian luas masyarakat Indonesia khususnya Sulsel tersebut bisa terungkap dengan terang benderang,” terang Mastan.

Ia juga berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menyupervisi kasus dugaan korupsi DAK Sidrap agar penanganannya dapat maksimal. Dimana semua yang terlibat dalam kegiatan yang merugikan negara tersebut dimintai pertanggungjawaban dalam hal ini ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita desak KPK dan Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) berperan aktif mengawal kasus ini. Apalagi ada kabar nyanyian seorang tersangka kalau kasus ini diduga melibatkan kepala daerah seperti yang ramai diberita sejumlah media namun penyidik tak mendalaminya. Kita ingin kasus ini terungkap secara utuh dan tidak ada celah intervensi-intervensi nantinya agar bisa menjadi terang benderang,” tegas Mastan.

Desakan yang sama sebelumnya juga diungkapkan lembaga Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi).

Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun mengatakan kabar adanya nyanyian tersangka yang bakal membeberkan dugaan keterlibatan Bupati Sidrap dan putranya dalam dugaan korupsi DAK Disdik Sidrap itu, patut ditindaklanjuti.

Apalagi, lanjut Kadir, jika betul kabar nyanyian tersangka yang dimaksud juga telah tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Kepolisian.

“Jika betul kabar itu, maka pengakuan tersangka dalam BAP Kepolisian itu merupakan petunjuk jika dalam kasus yang sedang berproses itu diduga ada melibatkan peran orang lain. Seharusnya penyidik mendalaminya tidak mengabaikan begitu saja,” terang Kadir.

Ia berharap penegakan hukum dalam kasus dugaan korupsi DAK Sidrap, tidak tumpul ke atas.

“Semua yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban. Penegakan hukum harus tegak tak boleh tebang pilih,” ujar Kadir.

Sebelumnya, dikabarkan oleh sejumlah media bahwa salah seorang tersangka dugaan korupsi DAK Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap, Ahmad kabarnya mengaku siap membeberkan adanya dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus yang menjeratnya.

Ia bahkan dikabarkan oleh sejumlah media mengaku sangat malu selain kepada keluarganya, juga kepada masyarakat Sidrap pada umumnya sejak kasus dugaan korupsi DAK menjeratnya. Sehingga ia dikabarkan siap membeberkan dugaan peran semua pihak yang terlibat dalam kasus DAK, termasuk kabar dugaan keterlibatan Bupati Sidrap dan putranya.

“Saya pasti beberkan dugaan keterlibatan Bupati dan putranya di persidangan. Saya tidak mau jadi korban, saya ini hanya anak buah di level empat dan saya anak buah yang patuh pada atasan,” kata Ahmad kepada wartawan di sel tahanan Mapolda Sulsel, Rabu 29 Juli 2020 seperti yang dikabarkan oleh sejumlah media.

Ia kabarnya juga mengungkapkan selama ini hanya menjalankan perintah atasan. Jika atasannya bilang ambil itu dan bayarkan tagihan putra Bupati, dirinya langsung melaksanakan perintah atasannya itu.

“Atasan saya bilang bayar tanah dan biaya penimbunan tanah perumahan putra Bupati Dollah Mando ke Lurah Batu Lappa dan ambil uangnya di sini. Saya laksanakan dan saya bawa uang itu ke rumah Pak Mansur Lurah Batu Lappa, saya suruh teken kuitansi,” ungkap Ahmad seperti yang diberitakan oleh sejumlah media.

Tak hanya itu, ia juga dikabarkan mengaku selain memberikan copy kuitansi yang dimaksud ke beberapa anggota keluarganya, copy kuintansi itu juga ia berikan kepada sejumlah pewarta di Kabupaten Sidrap.

“Sehari sebelum saya di tahan saya berikan copy kuitansi ke beberapa teman wartawan khususnya teman saya yang ada di Ajattapareng untuk dimuat, jika publik Sidrap hanya menyalahkan dan memojokkan saya,” terang Ahmad dikabarkan oleh sejumlah media.

Diketahui, dalam kasus dugaan korupsi DAK Kabupaten Sidrap, selain Ahmad, Kasubag Keuangan yang juga berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek DAK, Polda Sulsel juga telah menetapkan dua orang tersangka lainnya masing-masing Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik Sidrap) Syahrul Syam dan salah seorang tenaga honorer Disdik Neldayanti. Ketiganya saat ini berstatus penahanan di Rutan Mapolda Sulsel menanti agenda pelimpahan tahap dua perkaranya ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) usai Idul Adha 1441 H.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka yang diduga berperan memotong fee sebesar 5 hingga 30 persen dari total anggaran DAK sebesar Rp3 miliar itu, disangkakan dengan dugaan pasal 12 huruf (e), UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang selanjutnya disempurnakan dengan UU No. 20 Tahun 2001 dimana ancaman pidananya minimal 4 tahun penjara. (Eka)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *