Respon Polda Sulsel Terkait Lambannya Penyelidikan Dugaan Korupsi Dispora Makassar

  • Whatsapp
Ilustrasi (int)

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel berencana menurunkan tim ke Polrestabes Makassar guna mengecek perkembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi pada kegiatan workshop, seminar dan pelatihan pada bidang pengembangan pemuda di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar tahun anggaran 2018.

“Nanti kita cek sudah sejauh mana kasus itu ditangani,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Augustinus Berlianto via pesan singkat, Selasa (30/6/2020).

Bacaan Lainnya

Jika dari hasil pengecekan tim nantinya ditemukan betul penyelidikan kasusnya tak ada progres atau tidak berjalan.

“Itu tentu akan kita gelarkan,” jelas Augustinus.

Sebelumnya, Aliansi Peduli Anti Korupsi (APAK) mendesak Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel segera mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi pada kegiatan workshop, seminar dan pelatihan pada bidang pengembangan pemuda di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar yang sebelumnya ditangani oleh Unit Tipikor Satreskrim Polrestabes Makassar.

“Kasus ini sudah lama ditangani tapi tidak berjalan. Kita harap Polda mengambil alih saja kasus ini,” kata Ketua Aliansi Peduli Anti Korupsi (APAK), Mastan via telepon.

Tak hanya APAK, sejumlah lembaga pegiat anti korupsi lainnya juga sebelumnya beramai-ramai mempertanyakan perkembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi di lingkup Dispora Makassar itu.

“Kita harap Polrestabes Makassar tidak mempetieskan penyelidikan kasus Dispora Makassar ini. Kasusnya kan sudah lama tapi tak terdengar perkembangannya,” kata salah satu lembaga pegiat anti korupsi, Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) melalui Direkturnya, Kadir Wokanubun.

Ia berharap Kapolrestabes Makassar mengevaluasi kinerja penyidik unit tipikor yang menangani kasus dugaan korupsi di lingkup Dispora Makassar itu.

“Saya kira kinerja penyidiknya sudah layak dievaluasi biar bisa bekerja secara profesional dalam menangani sebuah kasus korupsi,” tegas Kadir.

Dalam penanganan kasus ini, kata dia, penyidik terkesan berdiam diri menunggu hasil pemeriksaan dari pihak Inspektorat Makassar.

“Harusnya proaktif mempertanyakan hasil pemeriksaan Inspektorat jika memang sejak awal serius. Bukan hanya berdiam diri,” terang Kadir.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Chaerul saat itu mengatakan penyelidikan masih tetap berlanjut. Hanya saja, kata dia, kendalanya hingga saat ini pihaknya belum menerima hasil pemeriksaan dari Inspektorat Kota Makassar selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

“Prosesnya sekarang memang demikian. Kalau ada temuan diperiksa dulu oleh APIP dan jika hasilnya betul temuan yang dimaksud, itu kemudian diserahkan ke kami untuk ditelaah selanjutnya,” kata Agus ditemui di Mako Polrestabes Makassar, Rabu 27 Mei 2020.

Diketahui, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Makassar diam-diam menyelidiki dugaan korupsi pada kegiatan workshop, seminar dan pelatihan pada bidang pengembangan pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar.

Kegiatan di lingkup Dispora Makassar tersebut diketahui menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota
Makassar Tahun Anggaran 2018.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar, AKBP Asep Marsel Suherman kala itu membenarkan adanya penyelidikan terkait dugaan korupsi pada kegiatan di lingkup Dispora Makassar tersebut.

“Benar Sat Reskrim Restabes Makassar sedang menyelidiki itu,” kata Asep via pesan singkat, Rabu 26 Februari 2020.

Meski demikian, ia belum dapat memberikan keterangan lebih rinci terkait penyelidikan terhadap kegiatan yang diduga telah merugikan negara miliaran rupiah tersebut.

“Masih lidik dan saat ini penanganannya masih dilaksanakan oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP),” tutur Asep.

Pada tahun anggaran 2018, Dispora Makassar melaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya kegiatan pelatihan dasar bela negara bagi pemuda lorong senilai Rp300 juta, diskusi perubahan pola pikir pemuda anak lorong dalam menyambut Makassar menuju kota dunia senilai Rp200 juta dan pelatihan pengembangan karakter bagi pemuda senilai Rp250 juta.

Kemudian, ada juga kegiatan pelatihan pengembangan potensi minat dan bakat pemuda yang menelan anggaran sebesar Rp250 juta, peningkatan peran serta pemuda dalam pengembangan olahraga senilai Rp500 juta, pelatihan dan diskusi ilmiah tentang berbagai isu kepemudaan Rp500 juta.

Selanjutnya ada kegiatan perkampungan pemuda senilai Rp500 juta, kegiatan sosialisasi pemuda pelopor Makassar Tidak Rantasa (MTR) senilai Rp500 juta, seminar wawasan kebangsaan bagi mahasiswa dan pemuda senilai Rp300 juta, workshop peran serta pelajar dalam bergonanisasi senilai Rp225 juta serta pembinaan pelatihan kepeloporan mahasiswa senilai Rp300 juta. (Eka/Said)

Pos terkait