Menu

Mode Gelap
Demonstran Blokade Jalan Urip Hingga Macet Total KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel? PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam

Ragam · 4 Sep 2019 10:26 WITA

Komunitas Al Kalam Gelar Pameran Benda Pusaka di Makassar


 Komunitas Al Kalam Gelar Pameran Benda Pusaka di Makassar Perbesar

KEDAI-BERITA.COM, Makassar– Terhitung yang kesekian kalinya, para pecinta benda pusaka yang tergabung dalam komunitas Al Kalam kembali menggelar pameran benda pusaka yang berlangsung selama tiga hari di Balai Manunggal, Makassar.

Agus Salim, Ketua Panitia mengatakan tujuan kegiatan pameran ribuan benda pusaka kali ini selain sebagai ajang silahturahmi sesama keluarga besar komunitas Al Kalam, juga bagaimana berpartisipasi dalam menjaga, memelihara dan melestarikan budaya yang ada sebagai bagian dari kekayaan intelektual orang Bugis-Makassar khususnya masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel).

Destinasi budaya, menurutnya, patut dilestarikan dan dijaga kemurniannya. Itu, kata dia, merupakan tanggungjawab semua dalam menghargai apa yang telah diwariskan oleh nenek moyang.

Baca Juga :  LSM Basmi: Alex Layak Dijerat Pasal Pencucian Uang

“Pamerannya kita gelar bertepatan dengan tahun baru Islam, 1 Muharram 1400 hijriah/1980 Masehi,” kata Agus, Selasa 3 September 2019.

Ia mengatakan even tahunan kali ini merupakan ajang terbesar yang pernah dilakukan. Dimana dalam pagelaran pameran tahun ini lebih dari 8000 Senjata pusaka yang dipamerkan dan diperlihatkan. Ada tombak, badik, keris, parang serta peti peninggalan Raja Gowa, Sultan Hasanuddin.

“Ini bukan ajang untuk kita pamer dan riya, tetapi kita berupaya memetik dari makna yang tersirat dari apa yang dititipkan dan diwariskan kepada kita sebagai anak cucu tentang bagaimana kejayaan Islam dan kerajaan nusantara pada waktu itu,” terang Agus.

Di lokasi terpisah, Arjuna selaku Panglima Laskar Al Kalam mengungkapkan sosok pendiri komunitas Al Kalam, Muhammad Abdul Kadir.

Baca Juga :  Kejati Target Pekan Depan Penetapan Tersangka Kasus Underpass Simpang Lima Bandara

Abdul Kadir, kata Arjuna, merupakan sosok sederhana yang memiliki kemampuan spiritual dan religius. Tak hanya menasehati, ia juga sering mengingatkan kepada para pengurus yang tergabung dalam komunitas Al Kalam untuk selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Pelestarian budaya sebagai warisan anak cucu bukan hanya tanggung jawab Al Kalam sendiri, melainkan kata Arjuna, juga merupakan tanggung jawab bersama.

“Sebab ini adalah kekayaan dan kejayaan budaya kita yang patut dijaga dan dilestarikan bersama. Apa yang kita laksanakan melalui pameran ini murni bantuan teman-teman secara suka rela,” tutur Arjuna.

Ia berharap kedepannya, Pemerintah khususnya dinas terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata baik di tingkat Kota maupun Provinsi untuk berperan aktif mendukung dan menyokong pagelaran benda pusaka sebagai orang tua asuh.

Baca Juga :  Cerita Tentang Belut Bantu Nenek Moyang Dari Kejaran Tentara Belanda

“Mengingat pagelaran ini merupakan even terbesar dan berskala internasional. Selain itu juga bertujuan menjaga kearifan lokal yang ada,” jelas Arjuna. (Nirwan/Eka)

Artikel ini telah dibaca 248 kali

Baca Lainnya

Yayasan Anak Rakyat Indonesia Bantu Korban Kebakaran Rappokalling

27 September 2022 - 22:14 WITA

Pembalap Muda Asal Pinrang Siap Beradu di Kejuaraan Kapolres Cup

2 September 2022 - 22:44 WITA

Sejumlah Komunitas Apresiasi PT KIMA yang Sukses Gelar POR Ke 25

23 Agustus 2022 - 19:26 WITA

Komunitas DASI Chapter Makassar Raya Resmi Dibentuk

21 Agustus 2022 - 23:27 WITA

Ormas Kiwal Biringkanaya Gelar Lomba Domino

15 Agustus 2022 - 12:50 WITA

IWABHI Berbagi Bersama Anak Panti Asuhan

8 Agustus 2022 - 14:56 WITA

Trending di Ragam
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com