https://kedai-berita.com/
kedai-berita.com - Kreasi Tanpa Sekat

Komunitas Al Kalam Gelar Pameran Benda Pusaka di Makassar

52

KEDAI-BERITA.COM, Makassar– Terhitung yang kesekian kalinya, para pecinta benda pusaka yang tergabung dalam komunitas Al Kalam kembali menggelar pameran benda pusaka yang berlangsung selama tiga hari di Balai Manunggal, Makassar.

Agus Salim, Ketua Panitia mengatakan tujuan kegiatan pameran ribuan benda pusaka kali ini selain sebagai ajang silahturahmi sesama keluarga besar komunitas Al Kalam, juga bagaimana berpartisipasi dalam menjaga, memelihara dan melestarikan budaya yang ada sebagai bagian dari kekayaan intelektual orang Bugis-Makassar khususnya masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel).

Destinasi budaya, menurutnya, patut dilestarikan dan dijaga kemurniannya. Itu, kata dia, merupakan tanggungjawab semua dalam menghargai apa yang telah diwariskan oleh nenek moyang.

“Pamerannya kita gelar bertepatan dengan tahun baru Islam, 1 Muharram 1400 hijriah/1980 Masehi,” kata Agus, Selasa 3 September 2019.

Ia mengatakan even tahunan kali ini merupakan ajang terbesar yang pernah dilakukan. Dimana dalam pagelaran pameran tahun ini lebih dari 8000 Senjata pusaka yang dipamerkan dan diperlihatkan. Ada tombak, badik, keris, parang serta peti peninggalan Raja Gowa, Sultan Hasanuddin.

“Ini bukan ajang untuk kita pamer dan riya, tetapi kita berupaya memetik dari makna yang tersirat dari apa yang dititipkan dan diwariskan kepada kita sebagai anak cucu tentang bagaimana kejayaan Islam dan kerajaan nusantara pada waktu itu,” terang Agus.

Di lokasi terpisah, Arjuna selaku Panglima Laskar Al Kalam mengungkapkan sosok pendiri komunitas Al Kalam, Muhammad Abdul Kadir.

Abdul Kadir, kata Arjuna, merupakan sosok sederhana yang memiliki kemampuan spiritual dan religius. Tak hanya menasehati, ia juga sering mengingatkan kepada para pengurus yang tergabung dalam komunitas Al Kalam untuk selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Pelestarian budaya sebagai warisan anak cucu bukan hanya tanggung jawab Al Kalam sendiri, melainkan kata Arjuna, juga merupakan tanggung jawab bersama.

“Sebab ini adalah kekayaan dan kejayaan budaya kita yang patut dijaga dan dilestarikan bersama. Apa yang kita laksanakan melalui pameran ini murni bantuan teman-teman secara suka rela,” tutur Arjuna.

Ia berharap kedepannya, Pemerintah khususnya dinas terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata baik di tingkat Kota maupun Provinsi untuk berperan aktif mendukung dan menyokong pagelaran benda pusaka sebagai orang tua asuh.

“Mengingat pagelaran ini merupakan even terbesar dan berskala internasional. Selain itu juga bertujuan menjaga kearifan lokal yang ada,” jelas Arjuna. (Nirwan/Eka)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.