Warga Makassar Gugat Bank Sulselbar

  • Whatsapp

KEDAI-BERITA.COM, Makassar– Seorang warga Makassar, Rosma Saleh menggugat Bank Sulselbar ke Pengadilan Negeri Makassar karena merasa dizalimi oleh bank plat merah tersebut.

Rosma merupakan ahli waris tunggal dari Saleh Lawa yang tercatat sebagai debitur di Bank Sulselbar sejak tahun 1982.

Melalui Kuasa Hukumnya, Agung Nugroho, Rosma menggugat Bank Sulselbar karena hingga saat ini agunan bapak kandungnya, Saleh Lewa berupa dua sertifikat lahan belum dikembalikan oleh pihak Bank Sulselbar. Sertifikat tersebut kabarnya dijaminkan oleh Saleh Lewa saat angkat kredit di Bank Sulselbar pada tahun 1982.

Sementara menurut Rosma, kredit yang diambil bapaknya saat itu sudah lunas dengan dikuatkan beberapa bukti pembayaran.

“Tapi menurut pihak Bank, katanya bapak Saleh Lewa masih punya tunggakan sebesar Rp 152 juta,” ucap Agung.

Meski demikian, seharusnya pihak Bank Sulselbar tak membebankan hal itu lagi. Dikarenakan Saleh Lewa telah meninggal dunia. Selain memutihkan hutangnya, jaminan sertifikat juga turut dikembalikan kepada ahli warisnya dalam hal ini anaknya bernama Rosma Saleh.

“Terlepas dari itu, klien kami (Rosma) sempat meminta salinan berita acara perjanjian akad kredit antara bapaknya, Saleh Lewa dengan Bank Sulselbar. Tapi sampai detik ini, pihak bank tak mau memperlihatkan itu. Jadi kami melihat ini sejak awal sangat janggal,” ungkap Agung.

Ia berharap dalam tahap mediasi pihaknya dengan tergugat (Bank Sulselbar) yang telah digelar kedua kalinya oleh pihak Pengadilan Negeri Makassar tersebut, dihasilkan solusi.

“Satu harapan kami, bagaimana hak klien kami diberikan. Itu saja kok,” Agung menandaskan.

Terpisah, Legal Bank Sulselbar, Amri yang ditemui usai mengikuti tahapan mediasi di Pengadilan Negeri Makassar memilih tidak berkomentar.

“Kapasitas saya tidak bisa berkomentar soal masalah ini,” singkat Amri.

(Eka/Arlan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *