Menu

Mode Gelap
PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M Camat Ujung Pandang Gelar Pertemuan Bersama Ketua RT dan RW

Peristiwa · 2 Nov 2018 10:08 WITA

Mapolair Terancam Diambil Jentang, Polda: Kita Tetap Bertahan Itu Bangunan Negara


 Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani Perbesar

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani

KEDAI-BERITA.COM, Makassar– Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menegaskan jika pihaknya tak akan pernah membiarkan bangunan milik negara dalam hal ini Markas Komando Kepolisian Air Polda Sulsel untuk seenaknya digeser atau dihancurkan oleh seorang warga yang mengklaim lahan lokasi bangunan negara tersebut berdiri adalah miliknya.

“Tentu kita akan pertahankan itu. Mako Polair itu merupakan bangunan negara. Sampai kapan pun kita akan pertahankan,” tegas Dicky saat ditemui di sebuah warkop di Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Kamis 1 November 2018.

Ia juga mendekat ini akan mengkomunikasikan hal tersebut ke Kapolda Sulsel agar permasalahan ke depan yang mengancam keberadaan bangunan Mako Polair Polda Sulsel segera diatensi.

“Apapun upaya kita akan lakukan. Negara tak boleh kalah,” ujar Dicky.

Baca Juga :  Aroma Korupsi Proyek Pembebasan Lahan Bendungan Pammukkulu

Terpisah, Lembaga Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi turut mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk melakukan upaya hukum terkait penguasaan lahan pesisir pantai yang berada tepat di depan Benteng Fort Rotterdam oleh Soedirjo Aliman alias Jentang.

“Mako Polair kan bagian dari lahan yang diklaim oleh Jentang tersebut. Jadi sebaiknya memang baik Pemkot, Pemprov maupun Polda Sulsel bersatu melakukan upaya hukum,” kata Kadir Wokanubun, Wakil Direktur ACC Sulawesi.

Data yang dihimpun ACC Sulawesi, kata Kadir, sejak awal lahan yang diklaim oleh Jentang sebagai miliknya tersebut, dahulunya berada dalam pengelolaan PT. Pelabuhan Indonesia yang kemudian dialihkan pengelolaannya ke Pemkot Makassar guna dimanfaatkan untuk kegiatan pemerintahan.

Belakangan, pengelolaan lahan tersebut tiba-tiba dialihkan ke seorang warga yang bernama Bambang Sardjito dan selanjutnya dihibahkan ke anaknya bernama Andi Wibowo yang kemudian beralih ke tangan Jentang.

Baca Juga :  Edi Aliman Bisa Dijerat Pidana Berlanjut Karena Beri Alamat Palsu Penyidik?

“Baik Bambang maupun Andi Wibowo sama sekali tak pernah menguasai lahan secara fisik. Lalu dasarnya dimana keduanya mengklaim lahan tersebut yang kemudian mengalihkannya ke Jentang. Selain itu, kok Pemkot bisa mengalihkan lahan pengelolaan ke Individu. Saya kira ini patut diusut,” terang Kadir.

Ia sangat berharap beberapa bangunan milik negara yang berada di atas lahan yang diklaim oleh Jentang tersebut diantaranya ada bangunan Mako Polair Polda Sulsel dan tugu pahlawan dapat bertahan atau tidak dihancurkan. Sehingga dibutuhkan ada upaya hukum mininal lembaga negara dalam hal ini Pemkot, Pemprov maupun Polda betul-betul ingin menggunakan kewenangannya secara maksimal.

“Pemkot misalnya yakni tidak memberikan izin mendirikan bangunan diatas lahan tersebut karena menyangkut garis sempadan pantai. Hal itu jelas diatur dalam Perpres Nomor 51/2016. Dimana Perpres tersebut jelas dibuat untuk melaksanakan ketentuan Pasal 31 ayat (3) Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sebagaimana yang telah diubah dengan UU No. 1 Tahun 2014 (UU WP3K),” Kadir menandaskan

Baca Juga :  Polisi Periksa Kepala PTSP Makassar di Kasus Izin Reklame

Tak hanya itu, ia juga berharap Pemkot maupun Pemprov mengawasi adanya dugaan reklamasi laut ke depannya yang berpotensi akan dilakukan disana oleh Jentang.

“Kalau diperhitungkan dengan luasan lahan dalam sertifikat yang diklaim oleh Jentang pasti akan ada penimbunan laut ke depan. Yah masa kondisinya masih berbentuk laut sertifikat sudah ada. Disinilah hebatnya Jentang ,” ungkap Kadir. (Said/Hakim)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

4 Unit Rumah Warga di Makassar Ludes Dilahap Si Jago Merah

17 Mei 2022 - 16:51 WITA

Kakanwil Papua Barat Sowan Ke Rutan Bintuni

12 Mei 2022 - 10:49 WITA

Pesan Kakanwil Papua Barat Kepada Petugas Rutan Bintuni

12 Mei 2022 - 00:59 WITA

Polda Sulsel Didesak Usut Kasus Jembatan Rp6,8 M Ambruk di Bone

11 Mei 2022 - 10:35 WITA

Arus Balik Mudik Lebaran Kasat Lantas Terapkan Ganjil Genap

6 Mei 2022 - 15:18 WITA

Kapolres Pelabuhan Cek Posko Ketupat Jelang Mudik Lebaran

28 April 2022 - 21:04 WITA

Trending di Peristiwa
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com