Menu

Mode Gelap
PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M Camat Ujung Pandang Gelar Pertemuan Bersama Ketua RT dan RW

Peristiwa · 25 Apr 2018 23:25 WITA

Cerita Pilu Warga Bone, Kepiting Bakaunya Ditahan Balai Karantina Tanpa Berita Acara


 Cerita Pilu Warga Bone, Kepiting Bakaunya Ditahan Balai Karantina Tanpa Berita Acara Perbesar

Kedai-Berita.com, Makassar– Haji Aco warga Kabupaten Bone menceritakan kisah pilu perjalanan usaha kecilnya menjadi seorang pengumpul kepiting bakau.

Dengan nada sedih, ia tampak tegar didampingi David dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Makassar (LKBHM) menceritakan perjalanan usaha kecil yang dirintisnya sejak dari nol hingga kemudian semuanya menjadi berantakan hanya karena tudingan sepihak dari Kepala Bagian Pengawasan Balai Karantina Bandara Makassar, Zamrud.

“Saya tak sangka upaya mengumpulkan dan membeli kepiting sedikit demi sedikit dari nelayan pencari kepiting bakau di Bone akhirnya hancur berantakan seperti ini,” kata Haji Aco dalam konferensi persnya di sebuah warkop di bilangan Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (25/4/2018).

Selain menelan kerugian yang cukup besar, kelanjutan usaha kecilnya sebagai pengumpul kepiting bakau pun terancam terhenti selamanya pasca 17 boks kepiting bakaunya yang rencananya dikirim ke Kota Tarakan ditahan oleh Balai Karantina hanya dengan tudingan sepihak dan tanpa berita acara penahanan atau penyitaan.

“Saya hingga saat ini tak mengerti dengan tuduhan Kepala Bagian Pengawasan Balai Karantina, Zamrud, yang menuding kepiting bakau saya selundupan. Padahal kepiting itu jelas saya yang bawah sendiri ke Balai Karantina agar diperiksa untuk mendapat dokumen,” ucap Haji Aco.

Baca Juga :  4 Bulan Ditangani, Kasus Dugaan Penyelundupan Kepiting Bakau Belum Ada Tersangka

Awalnya, ia membawa sejumlah kepiting bakau yang ditaruh di dalam 17 buah boks ke Balai Karantina untuk dilakukan pemeriksaan sekaligus pengecekan apakah kepiting bakau yang hendak ia kirim ke Kota Tarakan tersebut masuk dalam kategori yang memenuhi syarat dalam aturan atau tidak.

Namun saat proses pemeriksaan oleh petugas Balai Karantina berlangsung, tiba-tiba Kepala Bidang Pengawasan Balai Karantina, Zamrud datang mengamuk dan menendang sejumlah boks yang berisi kepiting bakau yang sedang dalam proses pemeriksaan oleh petugasnya sendiri.

“Zamrud datang mengamuk tiba-tiba dan menendang boks kepiting dan dengan entengnya langsung menuding kepiting saya barang selundupan,” ujar Haji Aco.

Atas kejadian itu, hanya sopir yang bertahan. Sementara kondektur dan pendamping barangnya (kepiting bakau) tersebut memilih lari meninggalkan tempat kejadian.

Tak sampai disitu, esok harinya, keluarga Haji Aco yang hendak mengurus dokumen kepiting bakaunya pun spontan ditolak oleh Zamrud. Dengan alasan masih ada status keluarga dengan Haji Aco.

“Kalau kita merujuk pada Permen Kelautan dan Perikanan RI Nomor 56 tahun 2016, maka tidak ada alasan barang milik Haji Aco disita,” kata David, pendamping hukum Haji Aco yang tergabung dalam Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Makassar (LKBHM) itu.

Baca Juga :  Ini Peran Istri Wabup Bone Dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek PAUD

Menurutnya, seharusnya Haji Aco diapresiasi oleh negara karena taat aturan. Dimana ia mendatangi sendiri Balai Karantina untuk melengkapi dokumen barangnya berupa kepiting bakau yang rencananya hendak dikirim antar pulau tepatnya ke Kota Tarakan.

“Lain ceritanya kalau diselundupkan. Pasti melalui jalur laut atau darat ke Tarakan itu pun tanpa dokumen,” terang David.

Terpisah, Kepala Bidang Pengawasan Balai Karantina Makassar, Zamrud dikonfirmasi via pesan singkat mengatakan ada beberapa hal yang disampaikan oleh Haji Aco dan pendampingnya yang perlu diluruskan.

Dimana, menurut dia, pernyataan Haji Aco dan pendampingnya cenderung tendensius dan terkesan memutar balikkan fakta dengan kondisi yang ril terjadi di lapangan khususnya terkait dengan penahanan kepiting bakau miliknya dibawah bendera UD Surya Arif.

Barang yang dikirim Haji Aco tersebut, kata Zamrud, rencananya akan diselundupkan ke Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Hal ini, menurutnya, berdasarkan hasil penelusuran dan pendalaman informasi dari petugas karantina ikan dan informan sipil binaan Balai Karantina sendiri.

Mengenai bahwa dirinya datang mengamuk seperti yang diungkapkan Haji Aco, lanjut Zamrud itu tak benar.

“Tidak ada kekerasan fisik maupun verbal yang terjadi pada saat kejadian. Yang terjadi adalah kepiting bakau dalam kondisi bertelur tersebut rencananya akan dikirim pada saat moratorium yaitu antara bulan Februari sampai Desember sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016,” terang Zamrud.

Baca Juga :  Balai Karantina: Penahanan Kepiting Bakau Milik Haji Aco Sesuai SOP

Haji Aco, beber Zamrud, telah melakukan pelanggaran dengan mengirim kepiting bakau bertelur pada waktu terjadi moratorium dan tidak mengindahkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016.

Dimana sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada di karantina ikan, barang yang ditahan kemudian diamankan untuk dilakukan tindakan karantina. Mengingat barang yang ditahan adalah kepiting bakau hidup dalam kondisi bertelur, maka dilakukan penanganan cepat agar barang yang ditahan tidak mengalami stres dan kematian.

“Sekaligus sebagai bentuk punishment untuk memberikan efek jera dan sesuai dengan SOP yang berlaku, maka dilakukan penghentian sementara pelayanan sertifikasi sambil menunggu investigasi dan penyelidikan dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai Besar Karantina Ikan Makassar,” jelas Zamrud.

Sehingga, kata dia, tudingan bahwa penyitaan terhadap kepiting bakau milik Haji Aco itu tanpa berita acara maka ia pastikan informasi tersebut salah.

“Karena ada surat penahanan kami terbitkan. Semua tindakan karantina yang kami laksanakan semuanya dilengkapi dokumen,” Zamrud menandaskan. (Said/Kha)

Artikel ini telah dibaca 46 kali

Baca Lainnya

Remaja yang Hilang di Hutan Gunung Tompobulu Ditemukan Selamat

2 Juli 2022 - 02:13 WITA

Seorang Remaja Hilang di Hutan Gunung Tompobulu Maros

30 Juni 2022 - 22:44 WITA

Mahasiswi Tewas Terjatuh Dari Gedung Graha Pena

29 Juni 2022 - 14:52 WITA

Massa Seruduk Kantor BNI di Makasar, Ada Apa Yah?

27 Juni 2022 - 21:12 WITA

Buntut Promo Miras, Holywings Diminta Bersih-Bersih Rumah Ibadah

25 Juni 2022 - 22:46 WITA

Empat Petak Rumah di Jalan Mentimun Terbakar

3 Juni 2022 - 11:29 WITA

Trending di Peristiwa
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com