Menu

Mode Gelap
PPCD Siap Gelar Pendaftaran Bakal Calon Direktur PNUP Oknum Polri Jadi Algojo Habisi Nyawa Najamuddin Sewang Polsek Bontonompo Kesampingkan Perma 2 Tahun 2012? Kanitres Bungkam Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Wisata Toraja Rp40 M Camat Ujung Pandang Gelar Pertemuan Bersama Ketua RT dan RW

Hukum & Kriminal · 18 Okt 2017 15:07 WITA

Menanti Sepak Terjang Polda Dalam Kasus Dugaan Korupsi Kandang Ayam Palopo


 Ilustrasi (Int) Perbesar

Ilustrasi (Int)

Kedai-Berita.com, Makassar — Sejumlah lembaga penggiat anti korupsi di Sulsel menagih keseriusan Polda Sulsel dalam penanganan berbagai kasus korupsi. Salah satunya dugaan korupsi pengadaan kandang ayam yang telah menelan anggaran sebesar Rp 8 miliar dari APBD Pemkot Palopo.

Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Abdul Muthalib mengatakan sangat menyayangkan banyaknya kasus korupsi yang ditangani Direktorat Reskrimsus Polda Sulsel terkesan berjalan lambat bahkan mandek.

Salah satunya kasus dugaan korupsi pengadaan kandang ayam yang belakangan menjadi sorotan masyarakat Sulsel pada umumnya.

“Sejak kasusnya bergulir, hingga saat ini tak ada kabar perkembangan, bahkan Polda terkesan menyajikan masyarakat dengan kasus baru sehingga kasus lama tertutupi ,”kata Thalib sapaan akrab Muthalib kepada Kedai-Berita.com via telepon, Rabu (18/10/2017).

Khusus dugaan korupsi kandang ayam sendiri, beber Thalib hingga saat ini tak diketahui perkembangannya. Apakah telah ditingkatkan ke tahap penyidikan atau sudah ada penetapan tersangka didalamnya.

Baca Juga :  Putusan Sela, Hakim Lanjutkan Perkara Dugaan Korupsi Anak Perusahaan Pelindo IV

“Inilah yang menjadi masalah, terkesan kucing-kucingan mencari perkembangannya. Bahkan biasanya penyidik sendiri alergi ketika ditanya perkembangan kasusnya sejauh mana. Padahal publik sendiri menagih sepak terjang penyidik dalam penanganan kasus tersebut ,”tutur Thalib.

Ia menjelaskan dalam duduk perkara dugaan korupsi proyek pengadaan kandang ayam sebelumnya dilaporkan dengan dugaan berindikasi fiktif.

“Tapi sampai saat ini progres penyelidikan yang dilakukan Polda Sulsel tak ada. Bahkan terkesan setengah hati diselidiki ,”ujar Thalib.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan penyelidikan dugaan korupsi kandang ayam yang diduga melibatkan putra Walikota Palopo, Farid Judas Amir itu belum berhenti. Hanya saja, kata dia penyidik belum menemukan alat bukti yang kuat untuk meningkatkan status kasusnya ke tahap penyidikan sekaligus menentukan tersangka.

Baca Juga :  Pukat Tagih Penuntasan Dugaan Korupsi Kaharuddin Cs

“Belum ada perkembangan hingga saat ini tapi penyidik masih terus mendalami agar nantinya memenuhi unsur untuk ditingkatkan ke penyidikan ,”jelas Dicky.

Dari data yang dihimpun, penyidik telah memeriksa beberapa saksi secara maraton untuk didalami keterangannya terkait kasus dugaan korupsi proyek kandang ayam tersebut.

Diketahui, kegiatan kandang ayam merupakan program Pemerintah Kota Palopo. Dimana tahap awal dilaksanakan di tahun 2014  yang tersebar di kelurahan Lebang 15 unit, kelurahan sampoddo 15 unit dan kelurahan mawa 10 unit. Sehingga total kandang yang sudah terisi sampai hari ini adalah 104 kandang.

Selanjutnya proyek berlanjut di tahun 2015. Pihak Pemkot terus melakukan inovasi dengan harapan dapat berjalan sukses dalam pengadaan budidaya ayam kampung unggul bagi penerima manfaat bagi 35 rumah tangga calon penerima manfaat. Yaitu kelurahan Purangi 15 KK, dan Kelurahan Sendana 20 KK.

Baca Juga :  Polda Sulsel Kantongi Identitas Tersangka Dugaan Korupsi Pasar Rakyat Jeneponto?

Program 1000 kandang ayam yang dimulai pada APBD Perubahan TA 2014 telah dibangun 342 kandang. Kemudian APBD 2015 telah dibangun 658 Kandang sehingga totalnya 1000 unit.

Namun sejak awal tahun 2017 hingga saat ini, produksi ayam di Kota Palopo dinilai tidak produktif secara signifikan. Sehingga sejumlah anggata DPRD Palopo kala itu mempertanyakan sejauh mana hasil produksi pengadaan kadang ayam tersebut.

Harusnya melalui program itu, taraf ekonomi masyarakat Palopo utamanya sebagai penerima manfaat dapat meningkat. (Fha/Kha)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Reka Ulang Pembunuhan Petugas Dishub Makassar

19 Mei 2022 - 23:58 WITA

Buron Korupsi Pengadaan Perangkat Komputer di Torut Dibekuk

18 Mei 2022 - 14:30 WITA

Korupsi Bansos Covid dan BPNT, Djusman: Baiknya Tahan Tersangka

17 Mei 2022 - 18:59 WITA

Polres Gowa Tangkap 6 Pelaku Perang Kelompok

17 Mei 2022 - 09:05 WITA

Menelisik Peranan Panitia 9 di Kasus Korupsi Bandara Mengkendek

12 Mei 2022 - 13:12 WITA

Tersangka Dugaan Penganiayaan Praperadilankan Polsek Rappocini 

11 Mei 2022 - 22:13 WITA

Trending di Hukum & Kriminal
error: Hai! Pengunjung Kedai-berita.com