https://kedai-berita.com/
kedai-berita.com - Kreasi Tanpa Sekat

Polda Didesak Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Pasar Rakyat Jeneponto

37

KEDAI-BERITA.COM, Jeneponto– Sejumlah lembaga pegiat anti korupsi ramai-ramai mendesak Polda Sulsel tak mengulur-ulur penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan pasar rakyat di Kabupaten Jeneponto.

Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia (BAIN HAM) RI, Amin Rais mengaku aneh dengan sikap Polda Sulsel yang hingga saat ini belum juga mengumumkan adanya tersangka dalam kasus yang ditaksir telah merugikan negara miliaran rupiah tersebut.

“Aneh saja kasusnya sudah lama naik ke tahap penyidikan namun belum ada kejelasan tersangkanya. Padahal kan alat bukti permulaan telah mencukupi makanya kasusnya ditingkatkan ke tahap penyidikan,” kata Amin dalam konferensi persnya di Sekretariat BAIN HAM Sulsel Jalan AP. Pettarani Makassar, Jumat (18/10/2019).

Ia berharap Kapolda Sulsel mengevaluasi kinerja penyidiknya, agar penanganan kasus dugaan korupsi yang mendapat perhatian serius masyarakat Sulsel tersebut bisa berjalan maksimal dan proses penyidikannya tidak berlarut-larut.

“Harus ada kepastian hukum. Kalau berlama-lama justru menimbulkan kecurigaan. Masyarakat tentu butuh segera ada kepastian hukum kasus tersebut,” tutur Amin.

Sebelumnya, Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel telah memeriksa sejumlah saksi dalam tahap penyidikan kasus tersebut. Diantaranya Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir.

Dari hasil keterangan saksi lainnya yang lebih awal diperiksa, menyebutkan peran Paris. Dimana ia disebut-sebut sebagai orang yang mengurus turunnya anggaran pembangunan tiga pasar rakyat dan mengarahkan Pokja ULP untuk memenangkan perusahaan tertentu dalam proses lelang.

Sehingga dari keterangan saksi tersebut, penyidik melakukan pendalaman dengan memeriksa Paris hingga tiga kali selama dalam tahap penyidikan.

“Iya. Yang bersangkutan sudah diperiksa sebanyak tiga kali di tahap penyidikan ini,” ucap Kasubdit III Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wiradjati, Jumat 19 Juli 2019.

Selain memeriksa Paris, penyidik juga telah memeriksa mantan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jeneponto Muh Sofyan, dan Konsultan Pengawas, Rian Sukayanto.

Kemudian turut memeriksa Pelaksana Pekerjaan Lasang-lasang dan Paitana, Awaluddin Asri alias Daeng Kulle, Direktur CV Risca Perdana, M Nasir, Direktur CV Nardin Dwi ARS, Basmahuddin Syam, Pengawas Pekerja CV Citra Lestari Mandiri, Irwan Dg Guna, Konsultan Perencana tiga pasar dari CV Triasa Mandiri dan CV Sentral Desain Consultan, Saenal Arifin.

Tak hanya itu, Pelaksana Pembangunan Pasar Lassang-lassang atau CV Citra Lestari Mandiri, Muh Takbir Takko dan Konsultan pengawas, Sukku juga telah diperiksa selama tahap penyidikan berlangsung.

Kabar terakhir diketahui, Penyidik Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel terus menggenjot penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan tiga pasar rakyat di Kabupaten Jeneponto tersebut.

“Ini sementara memaksimalkan penyidikan. Kita kebut untuk segera menentukan status tersangka,” singkat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono di Mapolda Sulsel via telepon.

Perjalanan Kasus Dugaan Korupsi Pasar Rakyat Jeneponto

Tim penyidik Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel sebelumnya telah menggeledah sekaligus menyita sejumlah dokumen penting dari beberapa titik lokasi yang ada di lingkup Kantor Bupati Jeneponto, Selasa 16 Juli 2019.

Penggeledahan sekaligus penyitaan sejumlah dokumen tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan tiga pasar rakyat di Kabupaten Jeneponto masing-masing Pasar Lassang-lassang, Pasar Paitana dan Pasar Pokobulo.

Ketiga pasar rakyat tersebut diketahui menggunakan anggaran sebesar Rp 3,7 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2017.

“Diduga dalam proses lelang terjadi persekongkolan antara panitia dengan pemenang tender (persekongkolan vertikal),” ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono.

Penggeledahan sekaligus penyitaan oleh tim penyidik, kata dia, dilakukan di beberapa titik. Masing-masing di ruangan bidang akutansi, bidang anggaran, bagian pengadaan barang dan jasa, ruang Asisten II Ekonomi dan Pembangunan serta rumah seorang staf Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jeneponto, Alamsyah.

“Ruangan yang digeledah ada di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jeneponto dan Disperindag Jeneponto,” jelas Yudhiawan.

Selain upaya penggeledahan dan penyitaan sejumlah bukti berupa dokumen penting, penyidik juga sementara berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel dalam rangka perhitungan kerugian negara yang ditimbulkan dari pelaksanaan pekerjaan pembangunan tiga pasar rakyat yang dimaksud.

“Kita target gelar perkara kasus dugaan korupsi pembangunan tiga pasar rakyat Jeneponto ini secepatnya untuk penetapan tersangka,” Yudhiawan menandaskan. (Rudi/Eka)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.