https://kedai-berita.com/
kedai-berita.com - Kreasi Tanpa Sekat

Polisi Selidiki Dugaan Korupsi ADD 2018 di Desa Salusana Luwu

121

KEDAI-BERITA.COM, LUWU– Unit Tipikor Satreskrim Polres Luwu terus mendalami adanya dugaan korupsi penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2018 yang dikelola oleh Desa Salusana, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum (Kasat Reskrim) Polres Luwu, AKP Faisal Syam membenarkan hal tersebut. Kasusnya, kata dia, masih dalam tahap penyelidikan.

“Kita sudah bersurat ke Inspektorat Luwu untuk permintaan audit kegiatan ADD tahun 2018 oleh Desa Salusana yang disinyalir terdapat dugaan korupsi tersebut. Tapi auditnya belum keluar,” kata Faisal via pesan singkat, Rabu (5/2/2020).

Terpisah, seorang tokoh masyarakat setempat, Kamaruddin (52) mengaku kecewa dengan kinerja penyelidik unit tipikor Polres Luwu yang hingga saat ini belum memperlihatkan adanya perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi ADD yang ia laporkan tersebut.

Padahal kata dia, pekerjaan jalan rabat beton yang menggunakan dana ADD tahun 2018 di Desa Salusana hasilnya sangat parah.

“Ada dua titik pengerjaan jalan rabat beton di Desa Salusana pakai ADD 2018. Dimana tiap titik habiskan anggaran Rp87 juta lebih. Tapi semua hasil pekerjaannya rusak, retak bahkan tidak menggunakan besi cor. Silahkan lihat sendiri di lokasi,” terang Kamaruddin.

Tak hanya itu, ruas jalan rabat beton yang panjangnya 100 meter dan lebar 4 meter tersebut, juga dikerjakan dengan asal-asalan sehingga hasilnya tidak dinikmati baik oleh masyarakat desa.

“Bagaimana hasilnya mau bagus Pak. Saya lihat sendiri kerjaannya dari awal. Itu tiap molen hanya menggunakan 1 zak semen saja. Jadi pasti kualitas betonnya buruk dan hasilnya bisa dilihat saja langsung rusak dan sudah terkupas-kupas betonnya,” ungkap Kamaruddin.

Ia mengaku justru heran jika audit Inspektorat Luwu hingga saat ini belum terbit sementara pengerjaan jalan rabat beton yang telah menggunakan dana ADD tahun 2018 tersebut hasilnya sangat parah dan boleh dikatakan telah merugikan negara.

“Saya harap Polda Sulsel turut mengintervensi penanganan kasus ini agar segera ada kepastian hukum dan kasusnya segera ditingkatkan ke tahap penyidikan sekaligus penetapan tersangka. Saya kan pernah bersurat juga ke Polda Sulsel terkait ini,” jelas Kamaruddin.

Ketua LSM APAK (Aliansi Peduli Anti Korupsi), Mastan berharap penanganan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana ADD tahun 2018 di Desa Salusana dapat diseriusi oleh Polres Luwu.

“Kalau melihat data kegiatan dana ADD 2018 di Desa Salusana utamanya terkait pekerjaan jalan rabat beton yang telah dilaporkan itu sangat jelas adanya dugaan penyimpangan dan telah memenuhi syarat untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ucap Mastan.

Secara kelembagaan, lanjut Mastan, pihaknya juga telah bersurat ke Inspektorat Luwu untuk mendesak agar hasil audit terhadap pekerjaan jalan rabat beton di Desa Salusana yang menggunakan dana ADD tahun 2018 yang nilainya lumayan besar tersebut segera diterbitkan.

“Aneh sekali kalau audit sampai sekarang belum keluar padahal pekerjaan sudah lama selesai. Kami menduga audit sengaja diperlambat sehingga ada alasan kasus ini tidak segera ditingkatkan ke tahap penyidikan,” tegas Mastan.

Ia berharap Kapolres Luwu segera menegur penyelidiknya agar segera memaksimalkan penanganan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan ADD tahun 2018 yang telah dilaporkan warga sejak bulan September 2019 sebagaimana tertuang dalam LP No: R/ Lap- Info/ 21/ IX/ 2019, tanggal 24 September 2019.

“Kita harap bulan ini sudah ada penetapan tersangkalah karena melihat alat bukti sangat cukup. Dimana bukti kualitas pekerjaan jalan rabat beton sangat parah akibat terjadi pengurangan volume pengerjaan. Belum lagi dukungan keterangan para saksi-saksi warga setempat,” Mastan menandaskan. (Yusran/Eka)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com