https://kedai-berita.com/
kedai-berita.com - Kreasi Tanpa Sekat

Kasus Stadion Barombong, Kejati Tunggu Audit Konstruksi

191

KEDAI-BERITA.COM, Makassar– Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) terus mendalami adanya indikasi dugaan korupsi pada proyek pembangunan Stadion Barombong.

“Itu masih didalami oleh tim Pidsus. Saat ini Kita masih menunggu audit konstruksi,” singkat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel), Gery Yasid di Kantor Kejati Sulsel.

Terpisah, lembaga Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) mengaku mendukung upaya Kejati Sulsel dalam hal pengusutan adanya indikasi korupsi pada pelaksanaan proyek yang telah menelan anggaran ratusan miliar tersebut.

“Rilis LHP BPK yang dibeberkan oleh pihak Inspektorat Sulsel sebelumnya, itu jadi acuan penegak hukum dalam hal ini Kejati Sulsel untuk melakukan penyelidikan,” kata Direktur Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi), Kadir Muthalib via pesan singkat, Kamis (3/10/2019).

Meski, kata dia, LHP BPK terkait hal itu masih bersifat evaluasi. Dimana pelaksana anggaran masih diberi batas toleransi dengan waktu tertentu untuk menyelesaikan apa yang menjadi temuan BPK tersebut.

“Rekomendasi BPK itu berlaku selama 60 hari untuk ditindaklanjuti. Artinya jika dalam masa itu tak juga diselesaikan, maka penegak hukum dalam hal ini Kejati Sulsel sebaiknya segera lakukan proses hukum (penyelidikan),” ujar Kadir

Ia juga berharap masyarakat Sulsel mendukung upaya penegak hukum dalam mengusut adanya dugaan korupsi dalam pengerjaan pembangunan Stadion Barombong yang telah menelan anggaran ratusan miliar yang bersumber dari dana sharing APBN dan APBD Provinsi Sulsel tersebut.

“Kita harap BPK juga harus tegas. Jika rekomendasi awal (evaluasi) tidak digubris oleh pihak Pemprov Sulsel dalam hal ini Dispora, maka BPK harus tingkatkan tahapan audit menjadi audit investigasi kerugian negara. Sehingga itu akan menjadi dasar kuat proses penyelidikan nantinya,” tegas Kadir.

Sebelumnya, Plt Kepala Inspektorat Sulsel, Salim AR mengatakan keputusan Pemprov Sulsel menghentikan sementara pengerjaan pembangunan Stadion Barombong diambil usai pihaknya melihat hasil pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan (BPK) yang merilis adanya dua temuan.

Temuan pertama yakni Pemprov Sulsel dinilai belum menyelesaikan sebagian alas hak kepemilikan lahan yang masuk dalam lingkup Stadion Barombong. Sehingga, dibutuhkan audit konstruksi secara menyeluruh terhadap semua bangunan Stadion Barombong.

“Ada dua kesimpulan dari hasil audit tersebut. Dari kedua kesimpulan ini, Stadion Barombong disetop untuk sementara pembangunannya,” kata Salim dalam konferensi persnya merilis temuan BPK di kantor Inspektorat Sulsel, Jumat 28 Juni 2019.

Ia menjelaskan pembangunan Stadion Baromong baru bisa dilanjutkan jika kedua poin temuan BPK tersebut telah diselesaikan oleh Pemprov Sulsel.

“Jika kedua poin yang dimaksud selesai, barulah kita jalan untuk pembangunan selanjutnya.” jelas Salim.

Terkait temuan BPK mengenai lahan yang tidak memiliki alas kepemilikan di lingkup Stadion Barombong yang dimaksud, kata Salim, dirinya belum mengetahui secara detail. Namun, ia tak menampik jika baru sebagian lahan di Stadion Barombong yang memiliki alas kepemilikan.

“Makanya saya katakan hanya sebagian yang memiliki alas kepemilikan,” Salim membeberkan. (Rudi/Eka)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.