https://kedai-berita.com/
kedai-berita.com - Kreasi Tanpa Sekat

ACC Desak Polda Sulsel Usut Aroma Korupsi Dalam Aktifitas Tambang Galian C di Maros

192

KEDAI-BERITA.COM, Maros– Maraknya aktifitas penambangan di Kabupaten Maros mendapat perhatian serius beberapa lembaga pegiat anti korupsi di Sulsel. Salah satunya dari lembaga Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi).

Kadir Wokanubun, Direktur Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) mengatakan maraknya aksi penambangan galian C di Kabupaten Maros tak terlepas dari mudahnya proses penerbitan rekomendasi pengurusan izin penambangan oleh Pemerintah Kabupaten Maros (Pemkab Maros) dalam hal ini dinas-dinas terkait.

Padahal menurut dia, sebelum mengeluarkan rekomendasi yang dimaksud, perlu ada kajian lebih dalam. Selain mempertimbangkan aspek lingkungan juga aspek besaran pendapatan negara yang dihasilkan dari imbas adanya kegiatan aktifitas penambangan tersebut.

“Saya kira pemberian izin penambangan ini sangat ketat. Kalau dipermudah justru patut dicurigai adanya kemungkinan gratifikasi didalamnya,” terang Kadir via telepon.

ACC Sulawesi, kata Kadir, berharap Dit Reskrimsus Polda Sulsel segera mengusut adanya aroma korupsi di balik mudahnya penerbitan izin aktifitas tambang galian C di Kabupaten Maros tersebut.

Ia juga menyesalkan sikap dingin Komisi II DPRD Maros yang sebelumnya menyidak langsung beberapa titik kegiatan penambangan galian C di Kabupaten Maros diantaranya di Kecamatan Moncongloe.

“Kami heran sikap Dewan yang sidak saat itu. Dimana tak berkutik saat diperlihatkan izin penambangan oleh beberapa penambangan galian C disana. Padahal jika tegas, bisa kan ditelusuri apakah izinnya memenuhi syarat ketentuan dan sejauh mana pelaksanaan izin yang dikeluarkan itu di lapangan. Bukan terima begitu saja,” ungkap Kadir.

Yang cukup mengherankan, lanjut Kadir, Komisi II DPRD Maros hanya memberikan rekomendasi penutupan sementara aktifitas tambang yang dimaksud. Baik yang telah mengantongi izin maupun yang sama sekali tak mengantongi izin (illegal).

“Harusnya Dewan berkoordinasi dengan penegak hukum agar ada penindakan proses hukum. Apalagi yang tak mengantongi izin, sementara aktifitas sudah lama mereka lakukan. Coba bayangkan berapa besar kerugian negara yang timbulkan dari aktifitas eksploitasi sumber daya alam tersebut,” tutur Kadir.

“Kami berharap Polda Sulsel segera mengusut kasus ini agar aktifitas tambang galian C di Maros tak menimbulkan lebih besar kerugian negara serta lingkungan sekitar,” Kadir menambahkan.

Ia mengungkapkan bahwa jika kasus penambangan galian C di Maros tak segera diusut, maka negara akan terus menelan kerugian yang cukup besar kedepannya.

“Coba bayangkan jika terjadi dampak bencana akibat keberadaan tambang galian C disana, tentunya Pemda Maros kembali menggelontorkan anggaran besar untuk pemulihan. Padahal hasil dari kegiatan tambang yang ada tak sebanding dengan pendapatan yang masuk ke kas daerah,” beber Kadir. (Eka)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com